MAKALAH DINAMIKA PENDIDIKAN INDONESIA
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kita panjatkan terhadap Allah SWT atas nikmat dan hidayah-Nya sehingga
Penulis dapat membuat makalah tentang “DINAMIKA KEPENDUDUKAN
INDONESIA”
Makalah
ini disusun untuk tugas sekolah. Makalah ini dapat diselesaikan
atas bantuan beberapa pihak, baik secara langsung maupun secara tidak langsung.
Oleh karena itu penulis ucapkan terima kasih kepada guru dan teman-teman yang
telah membantu terselesaikannya makalah ini.
Penulis menyadari bahwa dalam menyusun makalah ini
kurang dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang
bersifat membangun penulis harapkan kepada dosen dan
teman-teman demi perbaiki dan untuk kesempurnaan makalahini.Semoga
makalah ini bermanfaat bagi kita semua dan pihak
yang berkepentingan.
Kotabaru, Desember 2018
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Indonesia adalah salah satu negara kepulauan
yang memiliki banyak wilayah yang terbentang di sekitarnya. Ini menyebabkan
keanekaragaman suku, adat istiadat dan kebudayaan dari setiap suku di setiap
wilayahnya. Hal ini sungguh sangat menakjubakan karena biarpun Indonesia
memiliki banyak wilayah, yang berbeda suku bangsanya, tetapi kita semua dapat
hidup rukun satu sama lainnya.
Namun, sungguh sangat disayangkan apabila para
generasi penerus bangsa tidak mengtehaui tentang permasalaan penduduk yang ada.
Kebanyakan dari mereka hanya mengetahui dan cukup mengerti tentang kebudayaan
dari salah satu suku yang ada di Indonesia, itu juga karena pembahasan yang
sering dibahas selalu mengambil contoh dari suku yang itu-itu saja.
Dan kebanyakan dari mereka tidak mau ikut campur
tentang masalah kependudukan yang ada di Indonesia. Dan Indonesia pun terpuruk
akibat permasalahan penduduk yang dihadapi. Dan bagaimana generasi muda mau
menyikapi hal tersebut.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Dinamika kependudukan?
2. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi Dinamika kependudukan?
3. Apa Saja Permasalahan Kependudukan Di Indonesia, Dampak
Dan Upaya Mengatasinya?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Dinamika Penduduk
Dinamika penduduk ialah suatu perubahan
keadaan penduduk. Perubahan-perubahan tersebut dipengaruhi oleh beberapa hal.
Dinamika atau perubahan lebih cenderung pada suatu perkembangan jumlah penduduk
suatu negara atau wilayah tersebut. Jumlah penduduk tersebut
bisa diketahui melalui sensus, registrasi dan survey penduduk.
Perkembangan pada jumlah penduduk yang tinggi
jika tidak diikuti dengan pertumbuhan ekonomi yang seimbang maka akan berakibat
kepada sumber daya manusia yang berkualitas rendah. Oleh sebab itu, perlu
adanya tindakan untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk agar permasalahan
yang timbul bisa ditekan sekecil mungkin.
B. Faktor
Yang Mempengaruhi Dinamika Penduduk
1. Angka Kelahiran (Natalitas),
Merupakan angka yang
menunjukkan bayi yang lahir dari setiap 1000 penduduk per tahun. Angka
kelahiran bayi bisa dibagi menjadi 3 jenis, yakni :
a. Angka kelahiran
dikatakan tinggi jika angka kelahiran berkisar > 30 per tahun.
b. Angka kelahiran
dikatakan sedang jika angka kelahiran berkisar 20 sampai dengan 30 per
tahun.
c. Angka kelahiran
dikatakan rendah jika angka kelahiran berkisar kurang < 20 per tahun.
2. Angka Kematian (Mortalitas),
Merupkan angka yang
menunjukkan jumlah kematian dari setiap 1000 penduduk per tahun. Mortalitas ini
dibagi menjadi 3 jenis, yakni :
a. Mortalitas dikatakan
tinggi jika angka kematian berkisar > 18 per tahun.
b. Mortalitas dikatakan
sedang jika angka kematian berkisar antara 14-18 per tahun.
c. Mortalitas dikatakan
rendah jika angka kematian berkisar antara 9-13 per tahun.
3. Perpindahan Penduduk (Migrasi),
Merupakan
suatu perpindahan penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lain. Migrasi
dibagi menjadi beberapa macam,yakni :
1. Emigrasi ialah
suatu perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lain.
2. Imigrasi ialah masuknya
penduduk ke dalam sebuah daerah negara tertentu.
3. Urbanisasi ialah
suatu perpindahan penduduk dari desa ke kota.
4. Transmigrasi ialah
suatu perpindahan penduduk antar pulau dalam suatu negara.
5. Remigrasi ialah kembalinya
suatu penduduk ke negara asal sesudah beberapa lama berada di negara orang
lain.
C. Permasalahan Kependudukan Di Indonesia, Dampak Dan Upaya
Mengatasinya
Masalah kependudukan merupakan masalah umum yang
dimiliki oleh setiap negara di dunia ini. Secara umum, masalah kependududkan
berbagai negara dapat dibedakan menjadi dua,yaitu dalam hal kuantitas dan
kualitas pendudukmya. Kuantitas penduduk adalah jumlah penduduk yang
menempati suatu wilayah tertentu. Kuantitas atau jumlah penduduk dapat
diketahui melalui beberapa cara diantaranya melalui sensus penduduk, registrasi
penduduk, dan survey penduduk. Data tentang kualitas dan kuantitas
penduduk tersebut dapat diketahui melalui beberap cara, diantaranya melalui
metode sensus,registrasi dan survei penduduk.
1.
Sensus Penduduk
Sensus adalah perhitungan jumlah penduduk,
ekonomi, dan sebagainya yang dilakukan oleh pemerintah dalam jangka watu
tertentu, dilakuakan secara serentak, dan bersifat menyeluruh dalam suatu batas
untuk kepentingan demografi negara yang bersangkutan. Pada pelaksanaannya,
metode pencatatan atau sensus yang digunakan dibedakan menjadi dua, yaitu
a.Metode Householder
Pada metode ini, pengisian daftar pertanyaan tentang
data kependudukan diserahkan kepada penduduk atau responden, sehingga penduduk
diberi daftar pertanyaan untuk diisi dan akan diambil kembali beberapa waktu
kemudian. Metode semacam ini hanya dapat dilakukan pada derah yang tingakat
pendidikan penduduknya relatif tinggi, karena mampu memahami dan menjawab
pertanyaan yang diserahkan kepada mereka.
b. Metode canvaser
Pada metode ini, pengisian daftar pertanyaan
tentang data kependudukan dilakuakan oleh petugas sensus dengan cara mendatangi
dan mewawancarai penduduk atau responden secara langsung. Petugas sensus
mengajukan pertanyaan-pertanyaan sesuai daftar dan penduduk yang ditatangi
menjawab secara lisan sesuai dengan keadaan atau kondisi yang sebenarnya.
Adapun berdasarkan status tempat tinggal penduduknya, sensus dapat dibedakan
menjadi sensus se facto dan sensus de jure
a.Sensus De Facto
Pada metide ini, pencatatan dilakukan oleh
petugas pada setiap orang yang ada di daerah tersebut pada saat sensus
diadakan. Metode sensus ini tidak membedakan antara penduduk asli yang mennetap
ataupun penduduk yang hanya tinggal sementara waktu.
b. Sensus De Jure
Pada metode ini, pencatatan penduduk dilakukan
oleh petugas hanya untuk penduduk yang secara resmi tercatat dan tinggal
sebagai penduduk di daerah tersebut pada saat dilakukannya sensus, sehingga
dapat dibedakan antara penduduk asli yang menetap dan penduduk yang hanya
tinggal untuk sementara waktu atau yang belum terdaftar sebagai penduduk
setempat. Dengan menggunakan sensus de jure, penduduk yang belum secara resmi
tercatat sebagai penduduk di daerah tersebut tidak disertakan dalam
perhitungan.
Di indonesia, pada umumnya sensus penduduk
dilakukan dengan metode cansaver dengan mengombinasi anatar sensus de
facto dengansensus de jure. Bagi mereka yang bertempat tinggal
tetap memakai cara de jure, sedangkan untuk yang tidak
bertempat tinggal tetap dicacah dengan cara de facto. Sensus
penduduk perlu dilakukan agar pemerintah memiliki data kependudukan yang ud
to date (sesuai perkembangan zaman), sehingga pemerintah dapat :
v Mengetahui
perkembangan jumlah penduduk,
v Mengetahui
tingkat pertumbuhan penduduk,
v Mengetahui
persebaran dan kepadatan penduduk,
v Mengetahui
komposisi penduduk(berdasarkan jenis kelamin, tingakat pendidikan, umur, mata pencaharian,
dan sebagainya),
v Mengetahui
arus migrasi, serta
v Merencanakan
pembangunan sarana dan prasarana sosial sesuai dengan kondisi kependudukan
daerah.
2. Registrasi Penduduk
Registrasi penduduk adalah suatu kegiatan yang
dilakukan oleh pemerintah setempat mengenai data kelahiran, kematian, migrasi,
dan pernikahan. Tujuan registrasi penduduk yaitu sebagai suatu catatan resmi
dari peristiwa tertentu dan sebagai sumber yang berharga bagi penyusunan yang
langsung dapat digunakan dalam proses perencanaan kemasyarakatan.
3.Survei Penduduk
Survei penduduk adalah penelitian ilmiah yang
dilakukan hanya terhadap contoh atau sampelnya saja yang mewakili
keseluruhan. Pada umumnya suevei penduduk ini dilaksanakan dengan sistem
sampel atau dalam bentuk studi kusus. Mengingat pelaksanaan sensus yang
dilakukan hanya tiap 10 tahun, maka untuk memperoleh data yang up to
date dengan segera, pemerintah mengadakan perhitungan penduduk di luar
jadwal sensus, misalnya dengan melakukan Survai Penduduk Antar sensus (Supas)
dan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas).
Jenis jenis penncatatan penduduk tersebut
pada dasarnya untuk mengetahui permasalahan kependudukan dari segi Kuantitas
dan kualitas penduduk.
1. Kuantitas Penduduk
Masalah kependudukan Indonesia dalam hal kuantitas
adalah masalah kependudukan dalam hal jumlah. Permasalahan yang terkait dengan
kuantitas penduduk, dampak, dan upaya penanggulangannya, secara singkat
diuraikan berikut ini.
a.
Jumlah Penduduk
Indonesia merupakan salah satu negara dengan
jumlah penduduk yang besar (mencapai 203.456.000 berdasarkan sensus penduduk
tahun 2000), maka tidak heran jika Indonesia dianggap sebagai pasar yang
menjanjikan bagi kalangan dunia usaha. Sebenarnya, jumlah penduduk yang besar
merupakan salah satu modal dasar pembangunan. Akan tetapi, hal tersebut dapat
terjadi jika sumber daya manusia yang ada merupakan sumber daya manusia yang
berkualitas; namun jika sumber daya manusia yang berkualitas tersebut jumlahnya
terbatas, maka banyaknya jumlah penduduk merupakan kendala dalam melaksanakan
pembangunan. Hal ini dikarenakan tingginya tingkat ketergantungan dari manusia
yang tidak produktif terhadap manusia yang produktif. Indonesia telah
mengadakan sensus sebanyaklima kali sejak tahun 1945 hingga tahun 2000.
Perkembangan jumlah penduduk sejak sensus pertama hingga terakhir (2000) dapat
dilihat pada tabel di samping Saat ini, besarnya jumlah penduduk Indonesia
menempati urutan pertama di antara negara-negara ASEAN, menempati urutan ke
tiga di Benua Asia setelah RRC dan India, serta menempati urutanke empat dunia
setelah RRC, India, dan Amerika Serikat. Perhatikan tabel berikut!Kenaikan
jumlah penduduk di tiap negara tersebut secara otomatis memengaruhi banyaknya
jumlah penduduk dunia. Kondisi ini merupakan bentuk dinamika penduduk dunia.
1 ) Dampak
Jumlah penduduk Indonesia yang semakin banyak
dari tahun ke tahun tentunya menimbulkan dampak terhadap kehidupan sosial
ekonomi Indonesia. Beberapa dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan dari
banyaknya jumlah penduduk, antara lain:
a) meningkatnya kebutuhan akan berbagai fasilitas sosial;
b) meningkatnya persaingan dalam dunia kerja sehingga mempersempit
lapangan dan peluang kerja
c) meningkatnya angka pengangguran (bagi mereka yang tidak mampu
bersaing); serta
d) meningkatnya angka kriminalitas.
2 ) Upaya Penanggulangan
Berikut ini beberapa kebijakan yang diambil
pemerintah Indonesia dalam upaya mengatasi masalah jumlah penduduk.
a) Mencanangkan program Keluarga Berencana (KB) sebagai gerakan
nasional, dengan cara memperkenalkan tujuan-tujuan program KB melalui jalur
pendidikan, mengenalkan alat-alat kontrasepsi kepada pasangan usia subur, dan
menepis anggapan yang salah tentang anak.
b) Menetapkan Undang-Undang Perkawinan yang di dalamnya mengatur
serta menetapkan tentang batas usia nikah
c) Membatasi pemberian tunjangan anak bagi PNS/ABRI hanya sampai
anak kedua.
b . Pertumbuhan Penduduk
Seperti halnya negara-negara berkembang pada
umumnya, negara kita senantiasa mengalami peningkatan jumlah penduduk dari
tahun ke tahun. Hal ini berarti Indonesia mengalami laju pertumbuhan penduduk.
Namun, jika diperhatikan, laju pertumbuhan penduduk Indonesia dari periode
ke periode cenderung mengalami penurunan.
1 ) Dampak
Permasalahan kependudukan yang ditimbulkan dari
pertumbuhan penduduk memiliki kesamaan dengan permasalahan yang ditimbulkan
dari banyaknya jumlah penduduk.
2 ) Upaya Penanggulangan
Adapun usaha-usaha yang dilakukan pemerintah
dalam menekan laju pertumbuhan penduduk antara lain meliputi hal-hal berikut
ini
a) Meningkatkan pelayanan kesehatan dan
kemudahan dalam menjadi akseptor Keluarga Berencana
b) Mempermudah dan meningkatkan pelayanan dalam
bidang pendidikan, sehingga keinginan untuk segera menikah dapat dihambat
c) Meningkatkan wajib belajar pendidikan dasar
bagi masyarakat, dari 6 tahun menjadi 9 tahun.
c . Persebaran/Kepadatan Penduduk
Persebaran penduduk erat kaitannya dengan
tingkat hunian atau kepadatan penduduk Indonesia yang tidak merata. Sekitar 60%
penduduknya tinggal di Pulau Jawa yang hanya memiliki luas ± 6,9% dari luas
wilayah daratan Indonesia. Secara umum, tingkat kepadatan penduduk atau
population density dapat diartikan sebagai perbandingan banyaknya jumlah
penduduk dengan luas daerah atau wilayah yang ditempati berdasarkan satuan luas
tertentu. Kepadatan penduduk dapat dibedakan menjadi tiga macam, berikut ini.
1) Kepadatan Penduduk Berdasarkan Lahan Pertanian
Kepadatan penduduk berdasarkan lahan pertanian
dapat dibedakan atas kepadatan penduduk agraris dan kepadatan penduduk
fisiologis
.a) Kepadatan penduduk agraris adalah
perbandingan antara jumlah penduduk yang bekerja di sektor pertanian dengan
luas lahan pertanian
b) Kepadatan penduduk fisiologis adalah
perbandingan antara jumlah penduduk total (baik ataupun tidak) yang
bermata pencaharian sebagai petani dengan luas lahan pertanian.
2) Kepadatan Penduduk Umum (Aritmatik)
Kepadatan aritmatik merupakan perbandingan
antara jumlah penduduk total (tanpa memandang mata pencaharian) dengan luas
wilayah (baik lahan pertanian ataupun tidak). Untuk perhitungan kependudukan di
Indonesia, kita menggunakan perhitungan kepadatan penduduk umum (aritmatik).
3) Kepadatan Penduduk Ekonomi
Kepadatan penduduk ekonomi adalah besarnya
jumlah penduduk pada suatu wilayah didasarkan atas kemampuan wilayah yang
bersangkutan. Kepadatan penduduk di tiaptiap wilayah Indonesia tidaklah sama,
hal ini tentu saja menimbulkan permasalahan kependudukan. Permasalahan ini
terkait dengan penyediaan sarana dan prasarana sosial, kesempatan kerja,
stabilitas keamanan, serta pemerataan pembangunan.
2. Kualitas Penduduk
Masalah kependudukan Indonesia dalam hal
kualitas adalah masalah kependudukan dalam hal mutu kehidupan dan kemampuan
sumber daya manusianya. Di Indonesia, masalah kualitas penduduk yang terjadi,
antara lain, dipengaruhi oleh masih rendahnya tingkat pendidikan dan kualitas
sumber daya manusia, rendahnya taraf kesehatan sehingga kesemuanya itu pada
akhirnya mengarah pada rendahnya pendapatan perkapita masyarakatnya.
a. Masalah Pendidikan
Pendidikan merupakan salah satu indikator
kualitas penduduk. Semakin tinggi tingkat pendidikan yang dicapai, maka semakin
tinggi pula kualitas sumber daya manusia yang dimiliki. Secara umum, tingkat
pendidikan penduduk Indonesia masih tergolong relatif rendah. Akan tetapi,
tingkat pendidikan masyarakat tersebut senantiasa diupayakan untuk selalu
ditingkatkan dari tahun ke tahun.
Hal-hal yang memengaruhi rendahnya tingkat
pendidikan di negara Indonesia, antara lain meliputi hal-hal berikut ini.
1) Kurangnya kesadaran penduduk akan pentingnya
pendidikan, sehingga mereka tidak perlu sekolah terlalu tinggi (khususnya untuk
anak perempuan).
2) Rendahnya penerimaan pendapatan perkapita,
sehingga orang tua tidak mampu menyekolahkan anaknya lebih lanjut atau bahkan
tidak disekolahkan sama sekali.
3) Kurang memadainya sarana dan prasarana
pendidikan, khususnya di pedesaan dan daerah-daerah terpencil.
4) Keterbatasan anggaran dan kemampuan
pemerintah dalam mengusahakan program pendidikan yang terjangkau masyarakat.
1 ) Dampak
Rendahnya tingkat pendidikan penduduk akan berdampak
pada kemampuan penduduk tersebut dalam memahami dan menghadapi kemajuan zaman,
ilmu pengetahuan, dan teknologi. Penduduk yang berpendidikan tinggi akan lebih
mudah memahami dan beradaptasi dalam menghadapi perkembangan zaman, sehingga
mereka akan lebih produktif dan inovatif.
2 ) Upaya Penanggulangan
Untuk menyikapi hal-hal tersebut, pemerintah
telah mengambil beberapa upaya dalam memperluas dan meratakan kesempatan
memperoleh pendidikan, diantaranya dengan jalan berikut ini.
a) Menggalakkan program wajib belajar 9 tahun
b) Mendorong kesadaran masyarakat yang mampu
atau badan-badan usaha untuk menjadi orang tua asuh bagi anak-anak kurang
mampu.
c) Menyediakan beasiswa bagi siswa berprestasi,
khususnya bagi siswa berprestasi yang kurang mampu.
d) Membuka jalur-jalur pendidikan alternatif
atau nonformal (seperti kursus-kursus keterampilan) sehingga dapat memperkaya
kemampuan atau kualitas seseorang.
e) Meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana
dan prasarana belajar mengajar hingga ke pelosok daerah.
Pengembangan sistem pendidikan nasional saat ini
telah dipertegas dalam Undang-Undang No 2 Tahun 1989, sehingga diharapkan mampu
mempertegas arah pembangunan yang dilakukan pemerintah dalam upaya mencerdaskan
bangsa.
b . Masalah Kesehatan
Tingkat kesehatan merupakan salah satu indikator
kualitas penduduk suatu negara. Dalam hal ini, tingkat kesehatan dapat
diindikasikan dari angka kematian bayi, angka kematian ibu melahirkan,
ketercukupan gizi makanan, dan usia harapan hidup
1.
Angka kematian bayi di Indonesia masih relatif tinggi, meskipun
terus menurun dari tahun ke tahun. Pada tahun 1971, angka kematian bayi
mencapai 218 tiap 1.000 kelahiran, akan tetapi pada tahun 1990, angka kematian
bayi telah menurun menjadi 8 tiap 1.000 kelahiran. Menurunnya angka kematian
bayi ini didukung oleh meningkatnya derajat kesehatan dan gizi ibu. Kondisi ini
juga berpengaruh terhadap angka kematian ibu melahirkan yang cenderung menurun
dari tahun ke tahun.
2.
Tingkat ketercukupan gizi masyarakat juga mulai meningkat. Saat
ini, pemerintah melalui Departemen Kesehatan menetapkan standar ketercukupan
gizi, yaitu 2.400 kalori/hari/kepala keluarga. Artinya, suatu keluarga
dikatakan sejahtera jika mampu memenuhi angka ketercukupan kalori tersebut.
3.
Angka harapan hidup adalah perkiraan rata-rata umur yang dapat
dicapai penduduk suatu negara. Angka ini di Indonesia cenderung mengalami
peningkatan, dari 45,73 tahun pada tahun 1971 menjadi 65,43 tahun pada tahun
2000. Akan tetapi, angka tersebut masih tergolong relatif rendah, karena
negaranegara lain dapat mencapai 70 bahkan lebih dari 80 tahun.
1 ) Dampak
Rendahnya tingkat kesehatan masyarakat akan
memunculkan serangkaian dampak yang berhubungan dengan kualitas sumber daya
manusia. Generasi yang tidak ketercukupan gizi tentu akan memiliki kondisi
fisik dan psikis yang kurang bila dibandingkan dengan generasi yang terpenuhi
gizinya. Kondisi ini tentu sangat berpengaruh pada pola pikir, ketahanan
belajar, dan kreatifitasnya.
2 ) Upaya Penanggulangan
Upaya-upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia
dalam meningkatkan taraf kesehatan masyarakatnya ditempuh melalui
langkah-langkah, berikut ini.
a) Menjalin kerja sama dengan badan kesehatan
dunia (WHO) dalam mengadakan program kesehatan, misalnya pelaksanaan Pekan
Imunisasi Nasional, standarisasi obat dan makanan, serta peningkatan gizi
masyarakat.
b) Melaksanakan program peningkatan kualitas
lingkungan, baik dengan kemampuan sendiri ataupun melalui kerja sama dengan
luar negeri (misalnya dengan menjalin kerja sama dengan badan pembangunan
dunia/UNDP). Salah satu contoh program peningkatan kualitas lingkungan yang
telah dan masih dilakukan adalah Kampoong Improvement Programme (KIP).
c) Menggiatkan program pemerataan kesehatan
dengan cara melengkapi sarana dan prasarana kesehatan yang meliputi tenaga medis,
obat-obatan, dan alat-alat penunjang medis lainnya hingga ke pelosok desa.
d) Menghimbau penggunaan dan penyediaan
obat-obat generik bermutu sehingga dapat terjangkau oleh masyarakat.
e) Meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat,
misalnya melalui program asuransi kesehatan keluarga miskin (Askeskin) untuk
keluarga miskin (prasejahtera).
BAB III
PENUTUP
a. Kesimpulan
Dinamika kependudukan yaitu perubahan keadaan
penduduk. Dinamika kependudukan di pengaruhi tiga hal yaitu:
1. Natalitas
2. Mortalitas
3. Migrasi.
b.Saran
Saran kami kepada para pembaca yaitu agar dapat
mengambil nilai-nilai positif dari makalah yang kami sampaikan. Semoga
pemerintah juga memberikan regulasi tentang dinamika kependudukan di Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA
http://nandakurniawan1997.blogspot.com/2017/11/v-behaviorurldefaultvmlo_31.html
Comments
Post a Comment