MAKALAH MASA KEMERDEKAAN
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan
kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya
kepada kita semua, sehingga berkat karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah
tentang “kemerdekaan indonesia”.
Dalam penyusunan makalah ini,
kami tidak lupa mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah membantu
dalam menyelesaikan tugas makalah ini sehingga kami dapat menyelesaikan
penyusunan makalah ini.
Dalam penyusunan makalah ini,
penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat dan memberikan wawasan
yang lebih luas bagi pembacanya. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan
makalah ini terdapat kelebihan dan kekurangannya sehingga kami mengharap kritik
dan saran yang dapat memperbaiki untuk penulisan makalah selanjutnya.
Terima kasih.
KATA PENGANTAR ……………………………………………………..
i
DAFTAR ISI ………………………………………………………………
ii
A. Latar Belakang ………………………………………………………….
1
A. Proklamasi Kemerdekaan ……………………………………………………
2
B.
Terbentuknya NKRI ………………………………………………………….3
C.
Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan ……………………………..4
D.
Perkembangan Politik Indonesia pada masa kemerdekaan ………………….8
E.
Perkembangan Ekonomi Indonesia pada masa
kemerdekaan …………….10
F.
Kehidupan Masyarakat Indonesia pada masa
kemerdekaan ……………..12
A. Kesimpulan ………………………………………………………………….
13
B. Saran ……………………………………………………………………..
13
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR
BELAKANG
Hingga saat ini mungkin jarang orang yang ingat tentang
terbentuknya Negara Indonesia. Sejarah merupakan hal yang penting bagi suatu
Negara. Kata bung Karno bangsa yang besar yaitu bangsa yang tidak pernah
melupakan sejarah atau sering kita kenal dengan ‘ JAS MERAH” yang artinya
jangan sekali – kali melupakan sejarah. Jadi, betapa pentingnya sejarah itu
bagi kemajuan suatu bangsa. Jika suatu negara ingin maju janganlah pernah
melupakan sejarah bagaimana Negara itu berdiri, di renungkan, di ingat, di
pahami, dikoreksi dan selanjutnya kita praktekkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kita sebagai Warga Negara Indonesia seharusnya mengetahui
seluk beluk bagaimana Negara Indonesia itu berdiri, dengan peristiwa apa
Indonesia bisa berdiri. Selain kita mengetahui sejarahnya kita harus juga tahu
bagaimana para pahlawan terdahulu, mereka kerja keras melawan penjajah
melakukan pertempuran diplomatic dengan penjajah. Semua yang dilakukan oleh
para pahlawan itu hanya untuk 1 tujuan yaitu KEMERDEKAAN INDONESIA.
Sejarah Indonesia meliputi suatu rentang waktu yang sangat
panjang yang dimulai sejak zaman prasejarah oleh “Manusia Jawa” pada masa
sekitar 500.000 tahun yang lalu. Periode dalam sejarah Indonesia dapat dibagi
menjadi lima era: era pra kolonial, munculnya kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha
serta Islam di Jawa dan Sumatera yang terutama mengandalkan perdagangan; era
kolonial, masuknya orang-orang Eropa (terutama Belanda) yang menginginkan
rempah-rempah mengakibatkan penjajahan oleh Belanda selama sekitar 3,5 abad
antara awal abad ke-17 hingga pertengahan abad ke-20; era kemerdekaan, pasca Proklamasi
Kemerdekaan Indonesia (1945) sampai jatuhnya Soekarno (1966); era Orde Baru, 32
tahun masa pemerintahan Soeharto (1966–1998); serta era reformasi yang
berlangsung sampai sekarang.
BAB II
PEMBAHASAN
A. PROKLAMASI KEMERDEKAAN
Persiapan Kemerdekaan
Kalau kamu mau sukses melaksanakan satu acara, pastinya butuh persiapan yang matang. Sama juga dengan kemerdekaan RI, Squad. Persiapannya sudah dilakukan sejak lima bulan sebelumnya, tepatnya pada 1 Maret 1945. Di tanggal ini dibentuk BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau dalam Bahasa Jepang disebut Dokuritsu Junbi Cosakai. Badan ini diresmikan pada 29 April 1945 dan diketuai oleh Dr. Radjiman Wedyodiningrat.
Sebagai persiapan, BPUPKI melakukan dua kali sidang. Sidang pertama dilakukan pada 29 Mei-1 Juni 1945. Sidang ini menghasilkan rumusan dasar negara Indonesia (Pancasila) yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo, Mr. Muh. Yamin, dan Ir. Soekarno. Itulah mengapa tiap 1 Juni, sekarang kita peringati sebagai Hari Lahirnya Pancasila.
Sebagai tindak lanjut, pada 22 Juni 1945, dibentuk Panitia Kecil sebanyak sembilan orang (disebut juga Panitia Sembilan) dan mematangkan konsep Pancasila. Hasilnya dikenal sebagai Piagam Jakarta (Jakarta Charter). Sidang kedua dilakukan pada 10-14 Juli 1945 menghasilkan rumusan Undang-Undang Dasar lengkap dengan pembukaannya (preambule).

Pada tanggal 7 Agustus 1945, BPUPKI diganti menjadi PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau Dokuritsu Junbi Inkai dalam Bahasa Jepang. Panitia ini berjumlah 21 orang dan tugasnya adalah mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.
Berita Kekalahan Jepang
Perang Dunia II yang tengah terjadi saat itu ternyata juga membawa dampak buruk bagi Jepang, Squad. Salah satunya adalah peristiwa pengeboman kota Hiroshima dan Nagasaki di tanggal 6 dan 9 Agustus 1945. Peristiwa tersebut mendorong Jepang untuk menyerah tanpa syarat kepada sekutu pada 15 Agustus 1945. Berita tentang kekalahan Jepang menyebar dengan cepat lewat radio dan didengar oleh tokoh-tokoh muda Indonesia. Bersama dengan Moh. Hatta, golongan muda ini mengadakan rapat di Pegangsaan Timur.
Rapat dipimpin oleh Chairul Saleh dan menghasilkan keputusan yang menjadi dasar proklamasi Indonesia. Hasil ini disampaikan kepada Bung Karno oleh Wikana dan Darwis, namun terjadi perbedaan pendapat. Setelah beberapa rapat, akhirnya golongan muda memutuskan untuk mengasingkan Bung Karno ke luar kota agar tidak mendapat pengaruh dari Jepang.
Peristiwa Rengasdengklok
Kalau kamu pergi ke daerah Kuningan di Jawa Barat, kamu pasti akan melihat papan nama Rengasdengklok. Bung Karno dan Bung Hatta diungsikan ke Rengasdengklok, Jawa Barat oleh para pemuda. Mereka dijemput pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 4.30 WIB oleh rombongan golongan muda. Mereka diasingkan karena meminta para pemuda untuk sabar dalam mengumumkan proklamasi. Sementara itu, di Jakarta akan dilaksanakan rapat anggota PPKI di gedung Pejambon 2.
Ahmad Soebardjo yang saat itu mencari keberadaan Bung Karno dan Bung Hatta-pun diberangkatkan ke Rengasdengklok untuk bertemu dan berunding dengan mereka. Akhirnya Soebardjo berjanji jaminan nyawa kepada golongan muda bahwa Proklamasi Kemerdekaan akan diumumkan pada keesokan harinya selambat-lambatnya pukul 12.00 WIB. Dengan jaminan itu, akhirnya Ir. Soekarno dan Moh. Hatta dilepaskan.
Perumusan Naskah Proklamasi
Dari Rengasdengklok, rombongan tiba kembali di Jakarta pukul 23.30 WIB. Pasti kamu kebanyang ‘kan bagaimana lelahnya Bung Karno dan Bung Hatta? Akhirnya mereka memutuskan untuk istirahat sebentar di rumah masing-masing. Setelah itu, Soekarno-Hatta pergi ke rumah Laksamana Tadashi Maeda sesuai dengan usulan Ahmad Soebardjo. Walaupun orang Jepang, laksamana ini memiliki kedekatan dengan tokoh-tokoh Indonesia dan beliau memberi jaminan keselamatan.
Sebelum merumuskan naskah proklamasi, Soekarno-Hatta menemui Mayor Jendral Nishimura untuk menanyakan sikapnya mengenai Proklamasi Kemerdekaan. Sayangnya, tidak ada kesepakatan dalam pertemuan tersebut karena Jepang yang sudah menyerah kepada sekutu, sehingga mereka tidak dibolehkan untuk mengubah keadaan politik di Indonesia sampai kedatangan sekutu. Akhirnya Soekarno-Hatta memutuskan untuk melanjutkan pembuatan naskah proklamasi.
Kata “Proklamasi” adalah sumbangan pemikiran Soekarno, kalimat pertama adalah sumbangan pemikiran Ahmad Soebarjo, dan kalimat terakhir merupakan sumbangan pemikiran Hatta. Teks itu kemudian diberi saran dan sedikit perubahan oleh Sukarni, lalu diketik oleh Sayuti Melik.Terakhir, Sukarni memberi usulan bahwa naskah ini sebaiknya ditandatangani oleh Soekarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia. Pada pukul 04.30 WIB konsep naskah proklamasi selesai disusun.
B. TERBENTUKNYA BPUPKI
BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau dalam bahasa Jepang disebut Dookoritsu Junbi Coosakai adalah suatu badan bentukan pemerintah Jepang. BPUPKI diketuai oleh Dr. Radjiman Wedyodiningrat dengan anggota semula berjumlah 70 orang, terdiri atas 62 orang Indonesia dan 8 orang istimewa Jepang yang hanya bertugas mengamati, kemudian pada sidang kedua ditambah 6 orang anggota dari Indonesia.
Sejarah Terbentuknya BPUPKI
BPUPKI dibentuk pada 29 April 1945 dan bertujuan untuk mendapatkan dukungan bangsa Indonesia dengan memberikan janji kemerdekaan Indonesia. Latar belakang pembentukan BPUPKI termuat dalam Maklumat Gunseikan nomor 23 tanggal 29 Mei 1945. Sebab dikeluarnya Maklumat No. 23 itu adalah karena kedudukan Jepang yang sudah semakin terancam pada perang melawan sekutu. Sehingga dapat dikatakan kebijaksanaan Pemerintah Jepang sesungguhnya dengan membentuk BPUPKI bukanlah atas kebaikan hati yang murni, tetapi Jepang ingin memikat hati rakyat Indonesia untuk mempertahankan kekuasaannya.
Sidang Pertama BPUPKI (29 Mei-1 Juni 1945)
Sidang pertama BPUPKI diadakan di gedung Chuo Sangi (sekarang gedung Pancasila). Sidang ini membahas tentang perumusan dasar negara Indonesia ini. Adapun tokoh-tokoh yang menyumbangkan pendapat tentang usulan dasar negara, antara lain: Mr. Mohammad Yamin, Mr. Soepomo, dan Ir. Soekarno.
Sidang Kedua BPUPKI (10-17 Juli 1945)
Sidang kedua BPUPKI membahas tentang bentuk negara, wilayah negara, kewarganegaraan, rancangan Undang-Undang Dasar, ekonomi dan keuangan, pembelaan negara, pendidikan dan pengajaran. Dibentuk Panitia Perancang Undang-Undang Dasar beranggotakan 19 orang dengan Ir. Soekarno sebagai ketua, Panitia Pembelaan Tanah Air dengan Abikoesno Tjokrosoejoso sebagai ketua, dan Panitia Ekonomi dan Keuangan dengan Mohammad Hatta sebagai ketua. Melalui hasil pemungutan suara, ditentukan wilayah Indonesia merdeka meliputi wilayah Hindia Belanda, Borneo Utara, Papua, Timor-Portugis, dan pulau-pulau sekitarnya.
C.
PERJUANGAN MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN
KEDATANGAN SEKUTU DAN NICA DI INDONESIA
Setelah Jepang menyerah pada sekutu
pada tanggal 14 Agustus 1945, sekutu kemudian memerintahkan Jepang untuk
melaksanakan status quo, yaitu menjaga situasi dan kondisi
sebagaimana adanya pada saat itu sampai kedatangan tentara sekutu ke Indonesia.
Pihak sekutu memutuskan bahwa
pasukan – pasukan Amerika Serikat akan memusatkan perhatian pada pulau – pulau
di Jepang, sedangkan tanggung jawab terhadap Indonesia dipindahkan dari SWPC (South
West Pasific Command) dibawah komando Amerika Serikat kepada SEAC (South
East Asia Command) di bawah komando Inggris yang dipimpin Laksamana Lord
Louis Mountbatten. Sebelum kedatangan tentara sekutu ke Indonesia,
pada tanggal 8 September Laksamana L. L. Mountbatten mengutus tujuh perwira
Inggris di bawah pimpinan Mayor A. G. Greenhalgh ke Indonesia. Tugasnya adalah
mempelajari serta melaporkan keadaan di Indonesia menjelang pendaratan pasukan
sekutu.
Pada tanggal 16 September 1945
rombongan perwakilan sekutu berlabuh di Tanjung Priok. Rombongan ini dipimpin
oleh Laksamana Muda W. R. Patterson. Dalam rombongan ini ikut pula C. H. O. Van
der Plas yang mewakili pimpinan NICA yaitu Dr. H. J. Van Mook. Setelah itu pada
tanggal 29 September
1945 tibalah pasukan SEAC di
Tanjung Priok, Jakarta di bawah pimpinan Letjend Sir Philip Chistison. Pasukan
ini bernaung di bawah bendera AFNEI (Allied Forces
Netherlands East Indies). Pasukan AFNEI terbagi menjadi 3 divisi yaitu :
§ Divisi India ke-23, di pimpin oleh Mayor
Jendral D.C. Hawthorn bertugas di Jawa Barat
§ Divisi India ke-5, di pimpin oleh Mayor J E.C
Marsergh bertugas di Jawa Timur
§ Divisi India ke-26, di pimpin oleh Mayor
Jendral H.M. Chambers bertugas di Sumatra
Pasukan
AFNEI di pusatkan di Barat Indonesia terutama wilayah Sumatera dan Jawa,
sedangkan daerah Indonesia lainnya, terutama wilayah Timur diserahkan kepada
angkatan perang Australia. AFNEI diserahi beberapa tugas sebagai berikut :
§ Menerima penyerahan
kekuasaan dari tangan Indonesia.
§ Membebaskan para
tawanan perang dan interniran sekutu
§ Melucuti dan
memulangkan tentara jepang
§ Memulihkan keamanan dan
ketertiban
§ Mencari dan mengadili
para penjahat perang.
Kedatangan sekutu ke Indonesia
semula mendapatkan sambutan hangat dari rakyat Indonesia, seperti kedatangan
Jepang dulu. Akan tetapi setelah diketahui mereka datang disertai
orang-orang NICA (Netherlands Indies Civil Administration),
sikap rakyat Indonesia berubah menjadi penuh kecurigaan dan bahkan akhirnya
bermusuhan. Bangsa Indonesia mengetahui bahwa NICA berniat menegakkan kembali
kekuasaannya. Situasi berubah memburuk tatkala NICA mempersenjatai kembali
bekas anggota KNIL (Koninklijk Nederlands Indies Leger).
Satuan – satuan KNIL yang telah dibebaskan Jepang kemudian bergabung dengan
tentara NICA. Diberbagai daerah, NICA dan KNIL yang didukung Inggris/Sekutu
melancarkan provokasi dan melakukan teror terhadap para pemimpin nasional.
Untuk meredakan ketegangan tersebut,
pada tanggal 1 Oktober 1945 panglima AFNEI menyatakan pemberlakuan pemerintahan
Republik Indonesia yang ada di daerah – daerah sebagai kekuasaan de facto.
Kerena pernyataan tersebut pemerintah RI menerima pasukan AFNEI dengan tangan
terbuka, bahkan pemerintah RI memerintahkan pejabat daerah untuk membantu tugas
– tugas AFNEI.
Pada kenyataannya kedatangan pihak
sekutu selalu menimbulkan insiden di beberapa daerah. Tentara sekutu sering
menunjukkan sikap tidak menghormati kedaulatan bangsa Indonesia. Lebih dari
itu, tampak jelas bahwa NICA ingin mengambil alih kembali kekuasaan di
Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa AFNEI telah menyimpang dari misi awalnya.
Kenyataan tersebut memicu pertempuran di beberapa daerah seperti Surabaya,
Sukabumi, Medan, Ambarawa, Manado, dan Bandung.
PERJUANGAN MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN DENGAN KEKUATAN SENJATA
1. Pertempuran
Surabaya
Pertempuran Surabaya merupakan
peristiwa sejarah perang antara pihak tentara Indonesia dan pasukan sekutu.
Peristiwa besar ini terjadi pada tanggal 10 November 1945 di kota Surabaya,
Jawa Timur. Pertempuran ini adalah perang pertama pasukan Indonesia dengan
pasikan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan salah satu pertempuran
terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia yang menjadi
simbol nasional perlawanan nasional terhadap kolonialisme.
Tentara sekutu mendarat di Surabaya
pada tanggal 25 Oktober 1945, dibawah pimpinan Brigjen Aubertin Walter Sothern
(A.W.S) Mallaby yang berkebangsaan Inggris. Kedatangan pasukan sekutu disambut
baik oleh Gubernur Jawa Timur R.M.T.A Soeryo. Kemudian antara wakil-wakil
pemerintahan RI dan Brigjen AW.S Mallaby mengadakan pertemuan yang menghasilkan
kesepakatan sebagai berikut :
§ Inggris berjanji mengikut sertakan Angkatan
Perang Belanda
§ Disetujui kerjasama kedua belah pihak untuk
menjamin keamanan dan ketentraman
§ Akan dibentuk kontak biro agar kerja sama
berjalan lancar
§ Inggris hanya akan melucuti senjata jepang
Pada tanggal 26 Oktober 1945 pasukan
sekutu melanggar kesepakatan terbukti melakukan penyergapan ke penjara
Kalisosok. Mereka akan membebaskan para tawanan Belanda diantaranya adalah
Kolonel Huiyer. Tindakan ini dilanjutkan dengan penyebaran pamphlet-pamflet
yang berisi perintah agar rakyat Surabaya menyerahkan senjata-senjata mereka.
Rakyat Surabaya dan TKR bertekad akan mengusir Sekutu dari bumi Indonesia dan
tidak akan menyerahkan senjata mereka.
Kontak senjata antara rakyat
Surabaya melawan Inggris terjadi pada tanggal 27 Oktober 1945. Para pemuda
dengan perjuangan yang gigih dapat melumpuhkan tank-tank Sekutu dan berhasil
menguasai objek-objek vital. Strategi yang digunakan rakyat Surabaya adalah
dengan mengepung dan menghancurkan pemusatan-pemusatan tentara Inggris kemudian
melumpuhkan hubungan logistiknya. Serangan tersebut mencapai kemenangan yang
gemilang walaupun dipihak kita banyak jatuh korban. Pada tanggal 29 Oktober
1945 Bung Karno beserta Jenderal D.C Hawthorn tiba di Surabaya. Dalam perundingan
antara pemerintahan RI dengan Mallaby dicapai kesepakatan untuk menghentikan
kontak senjata. Kesepakatan ini dilanggar oleh pihak sekutu.
Pada tanggal 30 Oktober 1945 terjadi
pertempuran yang hebat di Gedung Bank Internatio dan Jembatan Merah. Pertempuran
itu menewaskan Brigjen A.W.S Mallaby. Kematian Brigjen A.W.S Mallaby itu mejadi
dalih bagi Inggris untuk menggempur rakyat Surabaya dan menuntut “menyerah
tanpa syarat”.
Pada tanggal 7 November 1945,
pemimpin tentara Inggris yang baru, Mayjen E.C Marsergh memberikan ultimatum
kepada rakyat Surabaya, dengan isi ultimatumnya adalah :
§ Rakyat Surabaya harus bertanggung jawab atas
terbunuhnya Brigjen A.W.S Mallaby.
§ Rakyat Surabaya harus menyerahkan senjata dan
mengibarkan bendera putih sebagai tanda “menyerah”.
Batas waktu yang ditentukan untuk
ultimatum ini adalah paling lambat tanggal 10 November 1945, pukul 06.00 WIB.
Jika ultimatum tidak dilaksanakan, maka pasukan Inggris akan mengerahkan
pasukan infantri dengan senjata berat untuk menyerbu Surabaya dari darat, laut,
maupun udara.
Ultimatum ini dirasa menghina
terhadap bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang cinta damai
tetapi lebih cinta kemerdekaan. Oleh karena tepat pukul 22.00 tanggal 9
November 1945 rakyat Surabaya menolak ultimatum tersebut secara resmi melalui
pernyataan Gubernur Soeryo. Karena penolakan ultimatum itu maka meletuslah
pertempuran pada tanggal 10 November 1945. Melalui siaran radio yang
dipancarkan dari Jl. Mawar No. 4 Bung Tomo membakar semangat juang arek-arek Surabaya
dan menciptakan pekik persatuan demi revolusi yaitu “merdeka atau mati”. Di
samping itu juga merupakan titik balik bagi Belanda karena mengejutkan pihak
Belanda yang tidak menyangka kekuatan RI mendapat dukungan rakyat. Rakyat
Surabaya tidak takut dengan gempuran Sekutu. Kontak senjata pertama terjadi di
Perak sampai pukul 18.00. pasukan sekutu dibawah pimpinan Jenderal Mansergh
mengerahkan satu divisi infantri sebanyak 10.000 - 15.000 orang dibantu
tembakan dari laut oleh kapal perang penjelajah “Sussex” serta pesawat
tempur “mosquito” dan “Thunderbolt”.
Pertempuran berlangsung selama tiga
minggu. Dalam pertempuran di Surabaya ini seluruh unsur kekuatan rakyat bahu
membahu, baik dari TKR, PRI, BPRI, Tentara Pelajar, Polisi Istimewa, BBI, PTKR,
maupun TKR laut dibawah komandan pertahanan Kota, Soengkono. Peristiwa 10
November ini juga tidak lepas dari peran kaum ulama. Ulama besar seperti KH.
Hasyim Asy’ari, KH. Wahab Hasbullah, serta kyai – kyai pesanren lainnya yang
mengerahkan santri – santri merekan dan masyarakat sipil sebagai milisi
perlawanan. Akibat pertempuran tersebut ± 6.000 rakyat Surabaya
gugur. Pengaruh pertempuran Surabaya berdampak luas di kalangan internasional,
bahkan masuk dalam agenda sidang Dewan Keamanan PBB tanggal 7-13 Februari 1946.
Kota Surabaya memang hancur, tetapi
pertempuran ini menunjukkan suatu semangat serta sikap pantang mundur para
pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan. Untuk mengenang perjuangan arek –
arek Surabaya, di kota ini kemudian dibangun Tugu Pahlawan dan setiap tanggal
10 November di peringati sebagai Hari Pahlawan.
2. Pertempuran (Palagan) Ambarawa
Kedatangan sekutu di Semarang
tanggal 20 Oktober 1945 dibawah pimpinan Brigadir Jenderal Bethel semula
diterima dengan baik oleh Gubernur Jawa Tengah Mr. Wongsonegoro karena akan
mengurus tawanan perang. Akan tetapi, secara diam-diam mereka bersama-sama NICA
dan mempersenjatai para bekas tawanan perang Ambarawa dan Magelang. Hal ini
menimbulkan kemarahan pihak Indonesia, maka konflik bersenjata tidak bisa
dihindari.
Setelah terjadi insiden di Magelang
antara TKR dengan tentara Sekutu maka tanggal 2 November
1945 Presiden Soekarno dan BrigJend Bethtel mengadakan perundingan
gencatan senjata. Berikut ini 3 dari 12 butir kesepakatan antara pemerintah RI
dan pihak sekutu :
§ Sekutu akan tetap menempatkan pasukannya di
Magelang dalam rangka menyelesaikan tugas pokoknya, yaitu mengurus para
tahanan, tetapi dengan jumlah yang terbatas.
§ Jalan raya antara Magelang dan Semarang tetap
dibuka bagi lalu lintas tentara sekutu dan masyarakat Indonesia.
§ Sekutu tidak akan mendukung aktifitas NICA
dalam badan – badan yang berada di bawah kekuasaannya.
Dalam kenyataannya pihak sekutu
melanggar kesepakatannya, salah satunya adalah menambah jumlah pasukannya di
Magelang. Pertempuran Ambarawa dimulai dari insiden yang terjadi di Magelang
pada tanggal 26 Oktober 1945. Pada tanggal 20 November 1945 di Ambarawa pecah
pertempuran antara pasukan TKR di bawah pimpinan Mayor Sumarto melawan tentara
Sekutu. Pertempuran Ambarawa mengakibatkan gugurnya Letkol Isdiman, Komandan
Resimen Banyumas. Posisi Letkol Isdiman kemudian digantikan oleh Letkol
Soedirman. Kehadiran Letkol Soedirman memberikan nafas baru kepada pasukan –
pasukan RI. Koordinasi diadakan kepada para komandan - komandan sektor untuk
menyusun strategi penyerangan terhadap musuh.
Pada tanggal 21 November 1945
pasukan Sekutu mundur dari Magelang ke Ambarawa. Gerakan ini segera dikejar
resimen Kedu Tengah dibawah pimpinan Letnal Kolonel M. Sarbini dan
meletuslah pertempuran Ambarawa. Pasukan Angkatan muda dibawah
Pimpinan Sastrodihardjo yang diperkuat pasukan gabungan dari
Ambarawa, Suruh dan Surakarta menghadang sekutu di desa Lambu. Pada tanggal 12
Desember 1945 pasukan TKR berhasil mengepung musuh yang bertahan dibenteng
Willem, yang terletak ditengah-tengah kota Ambarawa. Selama 4 hari 4 malam kota
Ambarawa di kepung. Kerena merasa terjepit maka pada tanggal 15 Desember 1945
pasukan Sekutu meninggalkan Ambarawa menuju ke Semarang.
Pertempuran di Ambarawa sering dikenal
dengan peristiwa “Palagan Ambarawa”. Untuk mengenang peristiwa tersebut
dibangun Monumen Palagan Ambarawa di tengah kota Ambarawa. Selain itu tanggal
15 Desember diperingati sebagai hari jadi TNI AD atau Hari Juang
Kartika.
D.
PERKEMBANGAN POLITIK INDONESIA PADA MASA KEMERDEKAAN
Perkembangan awal politik pada awal
kemerdekaan bertujuan agar dapat mengakomodasi suara-suara rakyat yang nantinya
berguna bagi pemerintahan. tentunya partai-partai tersebut memiliki pergerakan
yang berbeda satu sama lainnya. Salah satunya yaitu PNI yang merupakan gabungan
dari Serikat Rakyat Indonesia, Partai Rakyat Indonesia serta Gabungan Republik
Indonesia pada tahun 1946. Kemunculan dari partai-partai yang memiliki
haluan sosialis-komunis menjadi awal dari perkembangan demokrasi di Indonesia.
Setelah peristiwa Proklamasi yang
menjadi pertanda Kemerdekaan Indonesia, tentu saja banyak perubahan dan
perkembangan yang terjadi pada politik Indonesia. Namun meskipun begitu,
kondisi politik belum juga stabil di awal-awal kemerdekaan Indonesia. Banyak
faktor yang menyebabkan ketidakstabilan dari politik serta pemerintahan di
Indonesia, antara lain adalah:
1. Faktor Internal, berikut yang mempengaruhi perkembangan awal politik awal
kemerdekaan Indonesia dalam faktor internal:
- Persaingan diantara partai
politik yang satu dengan lainnya, terutama dalam hal perbedaan ideologi.
Sehingga menjadi pengaruh yang cukup besar di dalam pemerintahan
Indonesia. (baca juga: Alat Komunikasi Zaman Sekarang)
- Gangguan keamanan yang berasal dari dalam negeri.
- Negara Indonesia masih mencari permasalahan hukum di Indonesia mana
yang sering diterapkan dalam pemerintahan sehingga seringkali
mengalami perubahan sistem.
2. Faktor Eksternal, berikut yang mempengaruhi perkembangan awal politik
awal kemerdekaan Indonesia dalam faktor eksternal:
- Datangnya bangsa Inggris yang berbarengan dengan NICA
yang ingin menjajah kembali bangsa Belanda. Sehingga menimbulkan beberapa
perperangan di beberapa daerah.
- Status Jepang yang masih mempertahankan status quo di
wilayah Indonesia hingga beberapa sekutu datang ke Indonesia.
Nah berikut ini perjalanan perkembangan politik di Indonesia
dari awal kemerdekaan yang berlangsung sampai tahun 1950:
1. Perubahan Sistem Presidensial Ke
Bentuk Parlementer ( 3 November 1945 )
Perkembangan awal politik pada awal kemerdekaan dimulai saat
Maklumat Politik yang dikeluarkan Moh.Hatta pada tanggal 3 November 1945 yang
berisikan antara lain adalah:
- KNI difungsikan sebagai dewan perwakilan rakyat yang
dilakukan sebelum melaksanakan pemilihan umum.
- PNI (Partai Nasional Indonesia) dibentuk sebagai partai
tunggal Negara Indonesia, namun akhirnya keputusan ini dibatalkan.
- BKR (Badan Keamanan Rakyat) yang difungsikan sebagai
badan keamanan yang beroperasi di tiap tiap daerah.
Pada tanggal 11 November 1945, Sjahrir mengajukan kepada
pemerintah mengenai maklumat KNIP no.5 yang menyatakan tentang beberapa penyebab kegagalan
LBB pembentukan kabinet yang
berisikan menteri-menteri yang nantinya akan bekerja dibawah pimpinan perdana
menteri yang ditunjuk langsung oleh Kepala Negara. Pada tanggal 14 November
kemudian terbentuklah kabinet ministarial yang dipimpin langsung oleh Sjahrir
selalu perdana menteri. Semenjak saat itu lah Negara Indonesia menerapkan
sistem parlementer di dalam pemerintahannya.
2. Hubungan Antara Keragaman
Ideologi Dan Pembentukan Lembaga Kepresidenan ( 2 September 1945 )
Adanya keragaman ideologi yang
terbagi ke beberapa golongan mulai dari agama, nasionalis, serta
sosialis-komunis yang ada pada awal-awal kemerdekaan Indonesia memiliki
implikasi yang cukup siginfikan pada struktur pemerintahan dari kepemimpinan
negara. Perubahan dari KNIP serta mulai munculnya beragam partai partai politik
di Indonesia. Kedua hal ini menjadi katalisator utama dari perubahan struktur
pemerintahan di Indonesia. Naiknya Syahrir dengan jabatan Perdana Menteri di
Indonesia juga menjadi pengaruh yang ikut andil didalam perubahan tersebut.
Lembaga kepresidenan terbentuk pada
tanggal 2 September 1945 yang secara langsung dibentuk oleh Presiden Soekarno.
Secara langsung presiden membentuk susunan kabinet yang digunakan untuk
melaksanakan peran eksekutif yang berasal dari lembaga kepresidenan Indonesia.
Hal tersebut menjadi manifestasi untuk menguatkan lembaga kepresidenan agar
dapat lebih mengerjakan tugas-tugas negara dengan maksimal. Susunan kabinet
yang terbentuk pada tanggal 2 September 1945 ini benar-benar mencerminkan
keragaman ideologi yang ada di Indonesia. Meskipun parta-partai politik baru
bermunculan saat dikeluarkannya Maklumat 3 November 1945, namun keragaman
Ideologi sudah menjadi pengaruh yang cukup besar di dalam lembaga kepresidenan.
E. PERKEMBANGAN EKONOMI INDONESIA
PADA MASA KEMERDEKAAN
Keadaan ekonomi Indonesia pada akhir kekuasaan
Jepang dan pada awal berdirinya Republik Indonesia sangat kacau dan sulit.
Latar belakang keadaan yang kacau tersebut disebabkan karena :
§
Indonesia
yang baru saja merdeka belum memiliki pemerintahan yang baik, dimana belum ada
pejabat khusus yang bertugas untuk menangani perekonomian Indonesia.
§
Sebagai
negara baru Indonesia belum mempunyai pola dan cara untuk mengatur ekonomi
keuangan yang mantap.
§
Tingalan
pemerintah pendudukan Jepang dimana ekonomi saat pendudukan Jepang memang sudah
buruk akibat pengeluaran pembiayaan perang Jepang. Membuat pemerintah baru
Indonesia agak sulit untuk bangkit dari keterpurukan.
§
Kondisi
keamanan dalam negeri sendiri tidak stabil akibat sering terjadinya pergantian
kabinet, dimana hal tersebut mendukung ketidakstabilan ekonomi.
§
Politik
keuangan yang berlaku di Indonesia dibuat di negara Belanda guna menekan
pertumbuhan ekonomi Indonesia bahkan untuk menghancurkan ekonomi nasional.
§
Belanda
masih tetap tidak mau mengakui kemerdekaan Indonesia dan masih terus melakukan
pergolakan politik yang menghambat langkah kebijakan pemerintah dalam bidang
ekonomi.
Faktor- faktor penyebab kacau nya perekonomian
Indonesia 1945-1950 adalah sebagai berikut .
1. Terjadi Inflasi yang sangat tinggi
Inflasi tersebut dapat terjadi disebabkan karena :
§
Beredarnya
mata uang Jepang di masyarakat dalam jumlah yang tak terkendali (pada bulan
Agustus 1945 mencapai 1,6 Milyar yang beredar di Jawa sedangkan secara umum
uang yang beredar di masyarakat mencapai 4 milyar).
§
Beredarnya
mata uang cadangan yang dikeluarkan oleh pasukan Sekutu dari bank-bank yang
berhasil dikuasainya untuk biaya operasi dan gaji pegawai yanh jumlahnya
mencapai 2,3 milyar.
§
Republik
Indonesia sendiri belum memiliki mata uang sendiri sehingga pemerintah tidak
dapat menyatakan bahwa mata uang pendudukan Jepang tidak berlaku.
Inflasi terjadi karena di satu sisi tidak
terkendalinya peredaran uang yang dikeluarkan pemerintah Jepang di sisi lain
ketersediaan barang menipis bahkan langka di beberapa daerah. Kelangkaan ini
terjadi akibat adanya blokade ekonomi oleh Belanda. Uang Jepang yang
beredarsangat tinggi sedangkan kemampuan ekonomi untuk menyerap uang tersebut
masih sanat rendah.
Karena inflasi ini kelompok yang paling menderita
adalah para petani sebab pada masa pendudukan Jepang petani merupakan produsen
yang paling banyak menyimpan mata uang Jepang. Hasil pertanian mereka tidak
dapat dijual, sementara nilai tukar mata uang yang mereka miliki sangat rendah.
Pemerintah Indonesia yang baru saja berdiri tidak
mampu mengendalikan dan menghentikan peredaran mata uang Jepang tersebut sebab
Indonesia belum memiliki mata uang baru sebagai penggantinya. Pemerintah
mengeluarkan kebijakan untuk sementara waktu menyatakan ada 3 mata uang yang
berlaku di wilayah RI, yaitu:
§
Mata
uang De Javasche Bank
§
Mata
uang pemerintah Hindia Belanda
§
Mata
uang pendudukan Jepang
Keadaan tersebut diperparah dengan diberlakukannya
uang NICA di daerah yang diduduki sekutu pada tanggal 6 Maret 1946 oleh
Panglima AFNEI yang baru (Letnan Jenderal Sir Montagu Stopford). Uang NICA ini
dimaksudkan untuk menggantikan uang Jepang yang nilainya sudah sangat turun
saat itu. Upaya sekutu tersebut merupakan salah satu bentuk pelangaran
kesepakatan yaitu bahwa selama belum ada penyelesaian politik mengenai status
Indonesia, maka tidak ada mata uang baru.
Karena tindakan sekutu tersebut maka pemerintah
Indonesiapun mengeluarkan uang kertas baru yaitu Oeang Republik Indonesia
(ORI)sebagai pengganti uang Jepang.
1. Adanya Blokade ekonomi dari Belanda
Blokade oleh Belanda ini dilakukan dengan menutup
(memblokir) pintu keluar-masuk perdagangan RI terutama melalui jalur laut dan
pelabuhan-pelabuhan penting. Blokade ini dilakukan mulai bulan November 1945.
Adapun alasan dari pemerintah Belanda melakukan blokade ini adalah :
Mencegah masuknya senjata dan peralatan militer ke
Indonesia.
Mencegah kelurnya hasil-hasil perkebunan milik
Belanda dan milik asing lainnya.
Melindungi bangsa Indonesia dari tindakan-tindakan
yang dilakukan oleh bangsa lain.
Dengan adanya blokade tersebut menyebabakan:
§
Barang-barang
ekspor RI terlambat terkirim.
§
Barang-barang
dagangan milik Indonesia tidak dapat di ekspor bahkan banyak barang-barang
ekspor Indonesia yang dibumi hanguskan.
§
Indonesia
kekurangan barang-barang import yang sangat dibutuhkan.
Inflasi semakin tak terkendali sehingga rakyat
menjadi gelisah.
Tujuan/harapan Belanda dengan blokade ini adalah:
§
Agar
ekonomi Indonesia mengalami kekacauan
§
Agar
terjadi kerusuhan sosial karena rakyat tidak percaya kepada pemerintah
Indonesia, sehingga pemerintah Belanda dapat dengan mudah mengembalikan
eksistensinya.
§
Untuk
menekan Indonesia dengan harapan bisa dikuasai kembali oleh Belanda
1. Kekosongan kas Negara
Kas Negara mengalami kekosongan karena pajak dan bea
masuk lainnya belum ada sementara pengeluaran negara semakin bertambah.
Penghasilan pemerintah hanya bergantung kepada produksi pertanian. Karena
dukungan dari bidang pertanian inilah pemerintah Indonesia masih bertahan,
sekalipun keadaan ekonomi sangat buruk.
UPAYA MENGATASI BLOKADE EKONOMI BELANDA (NICA)
Upaya pemerintah untuk keluar dari masalah blokade
tersebut adalah sebagai berikut.
1. Usaha bersifat politis, yaitu Diplomasi
Beras ke India
Pemerintah Indonesia bersedia untuk membantu
pemerintah India yang sedang ditimpa bahaya kelaparan dengan mengirimkan
500.000 ton beras dengan harga sangat rendah. Pemerintah melakukan hal ini
sebab akibat blokade oleh Belanda maka hasil panen Indonesia yang melimpah
tidak dapat dijual keluar negeri sehingga pemerintah berani memperkirakan bahwa
pada pada musim panen 1946 akan diperoleh suplai hasil panen sebesar 200.000
sampai 400.000 ton. Sebagai imbalannya pemerintah India bersedia mengirimkan
bahan pakaian yang sangat dibutuhkan oleh rakyat Indonesia pada saat itu. Saat
itu Indonesia tidak memikirkan harga karena yang penting adalah dukungan dari
negara lain yang sangat diperlukan dalam perjuangan diplomatik dalam forum
internasional. Adapun keuntungan politis yang diperoleh
Indonesia dengan adanya kerjasama dengan India ini adalah Indonesia mendapatkan
dukungan aktif dari India secara diplomatik atas perjuangan Indonesia di forum
internasional.
1. Mengadakan hubungan dagang langsung
dengan luar negeri
Membuka hubungan dagang langsung ke luar negeri
dilakukan oleh pihak pemerintah maupun pihak swasta. Usaha tersebut antara lain
:
Mengadakan kontak dagang dengan perusahaan swasta
Amerika (Isbrantsen Inc.). Tujuan dari kontak ini adalah membuka jalur
diplomatis ke berbagai negara. Dimana usaha tersebut dirintis oleh BTC (Banking
and Trading Corporation) atau Perseroan Bank dan Perdagangan, suatu badan
perdagangan semi-pemerintah yang membantu usaha ekonomi pemerintah, dipimpin
oleh Sumitro Djojohadikusumo dan Ong Eng Die. Hasil transaksi pertama dari
kerjasama tersebut adalah Amerika bersedia membeli barang-barang ekspor
Indonesia seperti gula, karet, teh, dan lain-lain. Tetapi selanjutnya kapal
Amerika yang mengangkut barang pesanan RI dan akan memuat barang ekspor dari RI
dicegat dan seluruh muatannya disita oleh kapal Angkatan Laut Belanda.
Karena blokade Belanda di Jawa terlalu kuat maka
usaha diarahkan untuk menembus blokade ekonomi Belanda di Sumatera dengan
tujuan Malaysia dan Singapura. Usaha tersebut dilakukan sejak 1946 sampai akhir
masa perang kemerdekaan. Pelaksanaan ini dibantu oleh Angkatan laut RI serta
pemerintah daerah penghasil barang-barang ekspor. Karena perairan di Sumatra
sangatlah luas, maka pihak Belanda tidak mampu melakukan pengawasan secara
ketat. Hasilnya Indonesia berhasil menyelundupkan karet yang mencapai puluhan
ribu ton dari Sumatera ke luar negeri, terutama ke Singapura. Dan Indonesia
berhasil memperoleh senjata , obat-obatan dan barang-barang lain yang
dibutuhkan.
Pemerintah RI pada 1947 membentuk perwakilan resmi
di Singapura yang diberi nama Indonesian Office (Indoff).
Secra resmi badan ini merupakan badan yang memperjuangkan kepentingan politik
di luar negeri, namun secara rahasia berusaha menembus blokade ekonomi Belanda
dengan melakukan perdagangan barter. Diharapkan dengan upaya ini mampu memenuhi
kebutuhan masyarakat Indonesia. Selain itu juga berperan sebagai perantara
dengan pedagang Singapura dan mengusahakan pengadaan kapal-kapal yang
diperlukan.
Dibentuk perwakilan kemetrian pertahanan di luar
negeri yaitu Kementrian Pertahanan Urusan Luar Negeri (KPULN) yang dipimpin
oleh Ali Jayengprawiro. Tugas pokok badan ini adalah membeli senjata dan
perlengkapan angkatan perang.
F. KEHIDUPAN MASYARAKAT INDONESIA
PADA MASA KEMERDEKAAN
Pasca proklamasi
kemerdekaan banyak terjadi perubahan sosial yang ada di dalam kehidupan
masyarakat Indonesia pada khususnya. Dikarenakan sebelum kemerdekaan di
proklamirkan, didalam kehidupan bangsa Indonesia ini telah terjadi diskriminasi
rasial dengan membagi kelas-kelas masyarakat. Yang mana masyarakat di Indonesia
sebelum kemerdekaan di dominasi oleh warga eropa dan jepang, sehingga warga
pribumi hanyalah masyarakat rendahan yang kebanyakan hanya menjadi budak dari
bangsawan atau penguasa.
Tetapi setelah 17
agustus 1945 segala bentuk diskriminasi rasial dihapuskan dari bumi bangsa
Indonesia dan semua warga negara Indonesia dinyatakan memiliki hak dan
kewajiban yang sama dalam segala bidang.
Salah satu tujuan
bangsa Indonesia yang telah dicanangkan sejak awal adalah mencerdaskan
kehidupan bangsa. Dengan adanya landasan itulah yang menjadikan misi utama
yaitu menitik beratkan pembangunan awal dibidang pendidikan yang mana telah di
pelopori oleh Ki Hajar Dewantara yang mana di cetuskan menjadi Bapak pendidikan
yang juga menjabat sebagai menteri pendidikan pada masa pasca kemerdekaan 1945.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
· Perjuangan rakyat indonesia sangatlah berat mulai dari zaman
kerajaan samapai datangnya beberapa penjajah yang membelenggu bangsa Indonesia
berabad-abad, dan akhirnya karena kegigihan pada tanggal 17 Agustus 1945
Indonesia merdeka.
· Banyak pahlawan yang muncul dalam perjuangan rakyat
Indonesia mencapai kemerdekaan. Ada baiknya bagi generasi muda mengetahui para
pahlawan itu dan kalau bisa kita mencontoh mereka yang berjuang tanpa pamrih.
· Indonesia merupakan sebuah negara yang merdeka pada tanggal
17 Agustus 1945. Kemerdekaan itu didapat dengan susah payah dengan berbagai
perjuangan mulai dari membentuk beberapa kerajaan, melakukan perlawanan
terhadap penjajah dsb. Indonesia pernah di jajah oleh Negara – Negara eropa
yaitu Portugis, Spanyol, Inggris, Belanda dan Jepang. Negara Portugis menjajah
Indonesia pada 1512. Kemudian dilanjutkan oleh Spanyol pada tahun 1521. Dan
kemudian Belanda pada tahun 1602 sampai 1942. Dan Inggris pada tahun 1811-1816.
Setelah itu karena masyarakat pribumi dilakukanlah berbagai macam perlawanan di
berbagai daerah yaitu di daerah Mataram,Maluku,Banten,Aceh,Bali,Palembang,Makassar,
Banjar, Tapanuli dsb. Pada 6 Agustus 1945, 2 bom atom dijatuhkan ke dua kota di
Jepang, Hiroshima dan Nagasaki oleh Amerika Serikat. Ini menyebabkan Jepang
menyerah kepada Amerika Serikat dan sekutunya. Momen ini pun dimanfaatkan oleh
Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya.
· 7 Agustus - BPUPKI berganti nama menjadi PPKI (Panitia
Persiapan Kemerdekaan Indonesia). 15 Agustus - Jepang menyerah kepada Sekutu.
Tentara dan Angkatan Laut Jepang masih berkuasa di Indonesia karena Jepang telah
berjanji akan mengembalikan kekuasaan di Indonesia ke tangan Belanda.
Mengetahui bahwa tak adanya yang mengusai Indonesia, Soekarno, Hatta dan
anggota PPKI lainnya malam itu juga rapat dan menyiapkan teks Proklamasi yang
kemudian dibacakan pada pagi hari tanggal 17 Agustus 1945 jam 10.00 hari
Jum`at.
B. SARAN
Pemerintah
semestinya lebih sering memberikan sebuah teater tentang sejarah terbentuknya
Negara Indonesia seperti yang dilakukan di opening SEA GAMES 2011 yang
menampilkan cerita tentang kerajaan sriwijaya, agar para generasi muda bisa
belajar dari teater itu.
Di televisi swasta semestinya memberikan acara khusus
tentang sejarah bagaimana Indonesia bisa merdeka. Tayangan ini bisa berupa
telekuis, sinetron, drama dsb.
Kita
sebagai generasi muda seharusnya memiliki rasa ingin tahu yang tinggi tentang
seluk-beluk Negara Indonesia ini.
Memasang
slogan – slogan di tempat-tempat yang strategis tentang sejarah itu penting
bagi kemajuan suatu negara.
Comments
Post a Comment