MAKALAH PENGARUH BURUK MEDIA MASSA BAGI REMAJA
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan ke hadirat ALLAH SWT, atas limpahan rahmat dan
hidayahnya kami dapat menyelesaikan makalah tentang “Pengaruh buruk Media Masa
Terhadap”. Dalam kesempatan ini kami mengucapkan terimakasih yang sedalam
dalamnya kepada semua pihak yang membantu terselesaikannya makalh ini.
Saya menyadari bahwa
dalam penyusunan laporan ini jauh dari sempurna, baik dari segi penyusunan,
bahasa, ataupun penulisannya. Oleh karena itu saya megharapkan kritik dan saran
yang sifatnya membangun, khususnya dari guru mata pelajaran guna menjadi acuan
dalam bekal pengalaman bagi kami untuk lebih baik dimasa yang akan datang.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ....................................................................................
i
DAFTAR ISI .................................................................................................
ii
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang ………………………………………………………………….1
Rumusan Masalah ……………………………………………………………………1
BAB II PEMBAHASAN
Pengertian
media massa ………………………………………………………………2
Fungsi
Komunikasi Massa …………………………………………………………….2
Dampak
positif dan negative media massa ……………………………………………….3
BAB III PENUTUP
Kesimpulan ………………………………………………………………………..6
Saran ……………………………………………………………………………..6
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Perilaku
yang tercermin dalam tindakan pelajar saat ini sanagt di pengaruhi oleh peran
media masa sebagai pembentuk pola pikir psikologi siswa. Siswa melakukan
berbagai tindakan didasari oleh pembentukan kepribadian yang dilatar belakangi
perkembangan media tempat bersosialisasinya walaupun pada intinya perkembangan
tingkah laku sosial tergantung pada bagaimana siswa memberikan respon terhadap
media sosialisasinya. Media massa adalah (dalam bahasa Inggris: Mass
Media) singkatan yang berasal dari Media Komunikasi Massa dalam bahasa
inggris Mass Communication Media, yang berarti media massa yaitu sarana penyampaian
pesan-pesan, aspirasi masyarakat, sebagai alat komunikasi untuk menyebarkan
berita ataupun pesan kepada masyarakat langsung secara luas. Media masa terdiri
dari media cetak(surat kabar),media elektronik(televisi dan radio),dan media
cyber(blog,website,berita online)
Sebagai
seorang siswa yang memasuki suatu fase disebut remaja, Pasti sangat banyak
permasalahan yang menyebabkan terjadinya pelanggaran norma yang berlaku di
masyarakat. Setiap siswa yang memasuki usia remaja akan dihadapkan pada permasalahan
penyesuaian sosial, pembentukan sikap dan tingkah laku sosial siswa (remaja)
banyak ditentukan oleh pengaruh lingkungan sosial. Apabila memberikan peluang
terhadap remaja secara positif, maka remaja akan mencapai perkembangan sosial
secara matang. Namun apabila media masa memberikan peluang secara negatif, maka
perkembangan sosial remaja akan terhambat. Di era globalisasi ini perilaku
remaja telah dipengaruhi dengan adanya media massa. Kebanyakan remaja
berperilaku layaknya seorang tokoh yang diceritakan dalam sebuah media massa.
Sebagian dari remaja tersebut mampu mengambil sisi positif dari tingkah laku
tokoh yang ingin mereka perankan,namun sebagian lagi banyak yang terjerumus
dalam sisi negatifnya. Oleh karena itu ada upaya yang harus dilakukan seorang
reja dan linkungan sosialnya dalam membatasi mereka untuk berperilaku.
B.
Rumusan
Masalah
Manusia
senantiasa hidup dalam suatu lingkungan, baik lingkungan fisik, biologi, maupun
sosial. Suatu lingkungan dalam perkembangannya dapat memberikan peran dan
pengaruh dalam pola prilaku pelajar. Disini kami akan melakukan analisa
peristiwa “Pengaruh Media Masa Terhadap Prilaku Siswa”, mengenai :
1. Adakah Pengaruh
media masa terhadap prilaku dan pola pikir pelajar remaja?
2. Apakah peran
media masa agar dapat menciptakan kondisi yang memberikan motivasi besar
terhadap berlangsungnya tindakan-tindakan belajar yang baik dan efektif remaja?
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Media Massa
Media
massa adalah (dalam bahasa Inggris: Mass Media) singkatan yang berasal
dari Media Komunikasi Massa dalam bahasa inggris Mass Communication Media, yang
berarti media massa yaitu sarana penyampaian pesan-pesan, aspirasi masyarakat,
sebagai alat komunikasi untuk menyebarkan berita ataupun pesan kepada masyarakat
langsung secara luas.
Pengertian
media massa menurut para ahli antara lain:
·
Menurut (Cangara, 2002) - Media
massa adalah alat yang digunakan dalam penyampaian pesan-pesan dari sumber
kepada khalayak (menerima) dengan menggunakan alat-alat komunikasi mekanis
seperti surat kabar, film, radio, TV.
·
Sedangkan menurut (Rakhmat, 2001) -
Media massa adalah faktor lingkungan yang mengubah perilaku khalayak melalui
proses pelaziman klasik, pelaziman operan atau proses imitasi (belajar sosial).
Dua fungsi dari media massa adalah media massa memenuhi kebutuhan akan fantasi
dan informasi.
B. Fungsi
Komunikasi Massa
Komunikasi massa adalah salah satu
aktivitas sosial yang berfungsi di masyarakat. Robert K.Merton
mengemukakan bahwa fungsi aktivitas sosial memiliki dua aspek, yaitu fungsi
nyata (manifest function) adalah fungsi nyata yang diinginkan, kedua fungsi
tidak nyata atau tersembunyi (latent function), yaitu fungsi tidak
diinginkan. Sehingga pada dasarnya setiap fungsi sosial dalam masyarakat
itu memiliki efek fungsional dan disfungsional.
Selain manifest function dan latent
function, setiap aktivitas sosial juga berfungsi melahirkan (beiring function)
fungsi-fungsi sosial lain, bahwa manusia memiliki kemampuan beradaptasi yang
sangat sempurna. Sehingga setiap fungsi sosial yang dianggap membahayakan
dirinya, maka ia akan mengubah fungsi-fungsi sosial yang ada.
1. Fungsi pengawasan
Media massa merupakan sebuah medium di
mana dapat digunakan untuk pengawasan terhadap aktivitas masyarakat
pada umumnya. Fungsi pengawasan ini bisa berupa peringatan dan kontrol sosial
maupun kegiatan persuasif. Pengawasan dan kontrol sosial dapat dilakukan
untuk aktivitas preventif untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak
diinginkan. Seperti, pemberitaan bahaya narkoba bagi kehidupan manusia
yang dilakukan melalui media massa dan ditujukan kepada masyarakat, maka
fungsinya untuk kegiatan preventif agar masyarakat tidak terjerumus dalam
pengaruh narkoba. Sedangkan fungsi persuasif sebagai upaya memberi reward
dan punishment kepada masyarakat sesuai dengan apa yang dilakukannya.
Media massa dapat memberi reward kepada masyarakat yang bermanfaat dan
fungsional bagi anggota masyarakat lainnya, namun sebagainya akan
memberikan punishment apabila aktivitasnya tidak bermanfaat bahkan merugikan
fungsi-fungsi sosial lainnya di masyarakat.
2. Fungsi pembelajaran
sosial
Fungsi utama dari komunikasi massa melalui
media massa adalah melakukan pengarahan dan pendidikan sosial kepada seluruh masyarakat.
Media massa bertugas untuk memberikan pencerahan-pencerahan kepada
masyarakat di mana komunikasi massa itu berlangsung.
Komunikasi massa itu dimaksudkan agar proses pencerahan itu berlangsung efektif
dan efisien dan menyebar secara bersamaan di masyarakat secara luas.
Fungsi komunikasi massa ini merupakan sebuah andil yang dilakukan untuk
menutupi kelemahan fungsi-fungsi paedogogi yang dilaksanakan melalui komunikasi
tatap muka, di mana karena sifatnya, maka fungsi paedogogi hanya dapat berlangsung
secara eksklusif antara individu tertentu saja.
3. Fungsi penyampaian
informasi
Komunikasi massa yang mengandalkan media
massa, yaitu menjadi proses penyampaian informasi kepada masyarakat luas.
Komunikasi massa memungkinkan informasi dari institusi publik tersampaikan
kepada masyarakat secara luas dalam waktu cepat sehingga fungsi informasi
tercapai dalam waktu cepat dan singkat.
4. Hiburan
Fungsi lain dari komunikasi adalah
hiburan, bahwa seirama dengan fungsi-fungsi lain, komunikasi massa juga
digunakan sebagai media hiburan, terutama karena komunikasi massa menggunakan
media massa, jadi fungsi-fungsi hiburan yang ada pada media massa juga
merupakan bagian dari
5. Fungsi komunikasi massa.
Transformasi budaya yang dilaksanakan oleh
komunikasi massa mengikut-sertakan fungsi hiburan ini sebagai bagian penting
dalam fungsi komunikasi massa. Hiburan tidak terlepas dari fungsi media
massa itu sendiri dan juga tidak terlepas dari tujuan transformasi budaya.
Dengan demikian, maka fungsi hiburan dari komunikasi massa saling mendukung
fungsi-fungsi lainnya dalam proses komunikasi massa.
C. Dampak Positif Dan Negatif Media
Massa
Pengaruh
media massa pada pribadi Secara perlahan-lahan namun efektif, media membentuk pandangan
pemirsanya terhadap bagaimana seseorang melihat pribadinya dan bagaimana
seseorang seharusnya berhubungan dengan dunia sehari-hari.
Pertama,
media memperlihatkan pada pemirsanya bagaimana standar hidup layak bagi seorang
manusia, dari sini pemirsa menilai apakah lingkungan mereka sudah layak, atau
apakah ia telah memenuhi standar itu – dan gambaran ini banyak dipengaruhi dari
apa yang pemirsa lihat dari media.
Kedua,
penawaran-penawaran yang dilakukan oleh media bisa jadi memengaruhi apa yang
pemirsanya inginkan, sebagai contoh media mengilustrasikan kehidupan keluarga
ideal, dan pemirsanya mulai membandingkan dan membicarakan kehidupan keluarga
tersebut, dimana kehidupan keluarga ilustrasi itu terlihat begitu sempurna
sehingga kesalahan mereka menjadi menu pembicaraan sehari-hari pemirsanya, atau
mereka mulai menertawakan prilaku tokoh yang aneh dan hal-hal kecil yang
terjadi pada tokoh tersebut.
Ketiga,
media visual dapat memenuhi kebutuhan pemirsanya akan kepribadian yang lebih
baik, pintar, cantik/ tampan, dan kuat. Contohnya anak-anak kecil dengan cepat
mengidentifikasikan mereka sebagai penyihir seperti Harry Potter, atau putri
raja seperti tokoh Disney. Bagi pemirsa dewasa, proses pengidolaaan ini terjadi
dengan lebih halus, mungkin remaja ABG akan meniru gaya bicara idola mereka,
meniru cara mereka berpakaian. Sementara untuk orang dewasa mereka
mengkomunikasikan gambar yang mereka lihat dengan gambaran yang mereka inginkan
untuk mereka secara lebih halus. Mungkin saat kita menyisir rambut kita dengan
cara tertentu kita melihat diri kita mirip “gaya rambut lupus”, atau
menggunakan kacamata a’la “Catatan si Boy”.
Keempat,
bagi remaja dan kaum muda, mereka tidak hanya berhenti sebagai penonton atau
pendengar, mereka juga menjadi “penentu”, dimana mereka menentukan arah media
populer saat mereka berekspresi dan mengemukakan pendapatnya.Penawaran yang
dilakukan oleh media bisa jadi mendukung pemirsanya menjadi lebih baik atau
mengempiskan kepercayaan dirinya. Media bisa membuat pemirsanya merasa senang
akan diri mereka, merasa cukup, atau merasa rendah dari yang lain.
1.
Dampak
Positif
Kesan
positif media massa terhadap masyarakat ialah masyarakat akan memperoleh
sesuatu berita dengan lebih pantas. Contohnya berita pengeboman WTC dan
peperangan di Iraq,walaupun berada di negara yang berbeza namum maklumat dan
informasi dengan pantas melaluimedia massa. Hal ini akan menyebabkan masyarakat
bersikap lebih peka terhadap isu-isusemasa. Selain itu melalui penggunaan
internet dan telefon bimbit membolehkan masyarakatkeluar dari kepompongnya. Hal
ini kerana apabila adanya interaksi dua hala antara sesuatumasyarakat dengan
masyarakat yang lain maka menyebabkan kita tidak melihat dari sudutpandangan
berdasarkan kaca mata kita sahaja. Sebaliknya kita akan membuat
penilaianmengenai masyarakat luar juga. Pertukaran idea dan pendapat ini mampu
mendorong masyarakatuntuk berusaha ke arah yang lebih baik. Selain itu media
amat mempengaruhi kesan kognitif media seperti pembentukkan sikap iaitu perkara
yang berlaku dalam persekitaran yang berkaitandengan ekonomi, politik, agama,
kemanan, mahupun peristiwa semasa (Nor Azuwan, 2008 : 55).Contohnya media massa
memaparkan kempen-kempen seperti kempen membaca, kempen antirokok, kempen
Cintai Alam Sekitar dan sebagainya yang dilihat berjaya untuk
mempengaruhikhalayak untuk menyertainya. Apabila adanya penyertaan oleh
masyarakat iaitu sambutan yangditunjukkan menggalakkan maka ianya
menjustifikasikan bahawa khalayak mampu dipengaruhioleh media massa.
2.
DampakNegatif
Media
massa merupakan salah satu alat untuk menyebarkan informasi, pesan, opini,
rumor, gossip, propaganda dll kepada masyarakat luas. Media massa terdiri dari
televisi, surat kabar, majalah, radio dan film. Media massa akan mempengaruhi
masyarakat ketika pola pemerintahan yang dianut oleh negara tersebut menganut
sistem pers liberalisme dan sistem pers tanggung jawab sosial. Apa itu sistem
pers liberalisme? Yaitu sistem pers yang mana semua informasi, pesan, stimulis
bebas disebar dan tidak ada larangan dari sistem pemerintahan tersebut.Sistem
pers tanggung-jawab sosial adalah sistem pers yang sebebas apapun berita yang
di sebar, pemerintah masih turut andil dalam menyaring atau memfilterasi berita
yang masuk dan berita keluar.Sisterm pers ini dilindungi oleh hukum yang
berlaku yaitu undang-undang.Dan Indonesia merupakan salah satu contoh
sistem pers tanggung-jawab sosial.
Di
era globalisasi zaman sekarang, semua serba modern.Setiap perubahan terasa
sangat cepat.Trend fashion, musik, selera makanan-minuman, semua
berubah terasa sangat cepat.Berbeda dengan zaman dahulu yang semua pergerakan
terasa lamban dan tidak terburu-buru. Begitu juga dengan media massa. Media
massa di zaman era globalisasi terasa begitu cepat penyebarannya. Media massa
menjadi wadah untuk menampung berita-berita tersebut dan siap di sebar luaskan
ke publik. Peran media massa di era globalisasi ini adalah, dengan adanya
televisi, radio, majalah, film, surat kabar mengakibatkan berita yang tersebar
semakin tidak berkualitas bahkan terkadang melanggar hukum walaupun
penyebarannya semakin cepat.
Sering
kali sekarang banyak pemberitaan yang melakukan adegan kekerasan, menampilkan
suatu aksi pornografi, musik yang disampaikan juga tidak sesuai umur yang
mengakibatkan efek negatif dari anak-anak dibawha umur.Pengawasan orang tua
menjadi hal yang paling penting disini.Tetapi, di era globalisasi ini,
terkadang orang tua ingin sesuatu yang praktis.Mereka tidak begitu perduli
dengan apa yang media massa sampaikan ke publik. Dan terkadang pola pikir dari
anak-anak dibawha umur tersebut sudha terlanjur “terbius” oleh dampak media
massa, sehingga nasihat-nasihat yang orangtua berikan tidka berpengaruh
apa-apa.
Dampak
negatif yang lainnya adalah, media massa zaman sekarang bisa “diatur”
penyiarannya. Di era globalisasi ini banyak seklai orang yang “menghalalkan”
segala cara. Jadi media amssa yang menjadi wadah untuk menyampaikan berita pun
menjadi “tertular”.Banyak sekarang beberapa Stasiun TV mempropagandakan suatu
pesan untuk mendukung tokoh tertentu.
Contoh:
Iklan Partai Nasdem terdapat di Stasiun Metro TV, RCTI, Trans TV, Trans 7.
Seharusnya seorang yang bergelut dibidang pers itu bersifat netral.Mengapa
netral?Karena mereka adalah jembatan yang menghubungkan komunikator dengan
komunikan.Dengan adanya sifat berpihak tersebut membuat berita yang disampaikan
dari komunikator ke komunikan menjadi tidak murni lagi.Isi dari
pemberitaan terkesan sudah di manipulasi sehingga berita yang tersebar
seakan-akan berita benar dan aktual padahal kenyataannya berita itu palsu.
Contoh:
Dufan adalah salah satu arena hiburan yang sering bermasalah dengan
wahana-wahana permainannya. Tetapi pihak Dufan menyogok pihak media agar
permasalahan tersebut tidak di umbar ke media.Jadi yang masyarakat
tahu sekarang itu Dufan adalah arena bermain yang aman tanpa mereka ketahui
bahwa banyak juga korban dari wahana-wahana tersebut.
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Melihat
dari hasil dari penelitian kami,kami menyimpulkan bahwa dalam penggunaan
media massa remaja lebih sering menggunakan media Elektronik dan Cyber
dibandingkan media cetak. Masing masing dari media massa tersebeut meiliki
kelebihan dan kekurangannya masing masing. Dalam penggunaaan media massa hampir
seluruh remaja menganggap penting penggunaan media massa pada era ini.dengan adanya
media massa bisa membuat remaja meniru beberapa tokoh yang diperankan dalam
media massa. Remaja telah membatasi diridan berupaya supaya tidak terpengaruh
oleh dampak negatif dari media massa namu ada beberapa yang cenderung tidak
peduli dengan adanya dampak negatif dari penggunaan media massa.
B.
Saran
1. Agar lebih
sering dilakukan sosialisasi dampak media massa dan pengaruh yang
ditimbulkannya di kalanganpara remaja khususnya yang duduk di
bangku sekolah.
2. Hendaknya remaja bisa
menyaring mana tontonan yang cocok dan tidak cocok bagi usia mereka
3. Hendaknya para
orangtua lebih mengenal dan mengawasi anak-anaknya agar
anak-anaknya tidak terpengaruh oleh hal hal negatif yang ada di media
massa
Comments
Post a Comment