MAKALAH PERSEBARAN PENDUDUK INDONESIA
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya panjatkan
kehadirat Allah SWT, shalawat serta salam senantiasa kita panjatkan kepada
Rosulullah SAW karena berkat rahmat dan hidayahnya saya dapat menyelesaikan
makalah yang membahas tentang “Persebaran Penduduk di Indonesia”.
Makalah ini
disusun dalam rangka memenuhi tugas mata pelajaran geografi. Dalam
penyusunan makalah ini tidak sedikit kami mengalami hambatan dan kesulitan, namun berkat
bantuan, bimbingan dan dukungan dari berbagai pihak serta kerja keras , Alhamdulillah
makalah dapat diselesaikan tepat pada waktunya.
Atas bantuan,
bimbingan dan dukungan saya ucapkan
terima kasih kepada Guru
Pembimbing, orang tua, dan teman-teman yang telah membantu penyusunan
makalah ini.
saya juga menyadari penyusunan makalah
ini masih jauh dari sempurna, baik dalam segi isi maupun penulisan. Untuk
itu saya mengharapkan
kritik dan saran yang positif dan bersifat membangun demi perbaikan dimasa yang
akan datang. Kami juga
berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ……………………………………………………………………………... i
Daftar Isi …………………………………………………………………………………… ii
Bab I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang ………………………………………………………………………….1
1.2 Rumusan Masalah ………………………………………………………………………1
Bab II Landasan Teori
2.1 Definisi dan pengertian persebaran penduduk
………………………………………….2
2.2 Persebaran
Penduduk di Indonesia ……………………………………………………..2
2.3 Faktor
Persebaran Penduduk ………………………………………………………...…3
2.4 Dampak
Persebaran Penduduk ………………………………………………………....4
2.5 Upaya
Mengatasi Persebaran Penduduk yang Tidak Merata …………………………..4
Bab III Penutup
3.1 Kesimpulan …………………………………………………………………………….6
3.2 Saran …………………………………………………………………………………...6
Daftar Pustaka ……………………………………………………………………………..7
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Jumlah penduduk di suatu
wilayah tidaklah tetap, namun akan selalu berubah (bertambah atau berkurang)
sering dengan perjalanan waktu. Pertambahan penduduk terjadi karena angka
kelahiran dan angka kematian tidak seimbang, dimana angka kelahiran lebih besar
dari angka kematian. Pertambahan penduduk juga dipengaruhi selisih angka
penduduk yang masuk dan keluar suatu wilayah. Pertambahan penduduk suatu
wilayah berupa angka-angka yang kongkrit dalam pertamahan setiap tahunnya,
sedangkan pertumbuhan penduduk berupa besaran prosentasenya saja.
Persebaran atau
distribusi penduduk adalah bentuk penyebaran penduduk di suatu wilayah atau
negara, apakah penduduk tersebut tersebar merata atau tidak. Kepadatan penduduk
erat kaitannya dengan kemampuan wilayah dalam mendukung kehidupan penduduknya.
Daya dukung lingkungan dari berbagai daerah di Indonesia tidak sama. Daya dukung
lingkungan pulau Jawa lebih tinggi dibandingkan dengan pulau-pulau lain,
sehingga setiap satuan luas di Pulau Jawa dapat mendukung kehidupan yang lebih
tinggi dibandingkan dengan, misalnya di Kalimantan, Papua, Sulawesi, dan
Sumatra. Kemampuan suatu wilayah dalam mendukung kehidupan itu ada batasnya.
Jadi, meskipun di Jawa daya dukung lingkungannya tinggi, namun juga perlu
diingat batas kemampuan wilayah ter sebut dalam mendukung kehidupan.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa
yang dimaksud dengan persebaran penduduk ?
2. Bagaimanakah
persebaran penduduk di Indonesia ?
3. Apa
saja faktor penyebab persebaran penduduk ?
4. Dampak
apa saja yang ditimbulkan dari persebaran penduduk yang tidak merata ?
5. Bagaimanakah
upaya mengatasi persebaran penduduk yang tidak merata ?
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1
Definisi dan pengertian persebaran penduduk
Persebaran
penduduk secara umum adalah Persebaran atau distribusi penduduk
adalah bentuk penyebaran penduduk di suatu wilayah atau Negara.
Persebaran penduduk dapat dibagi menjadi dua:
1.
Persebaran penduduk berdasarkan geografis
Persebaran penduduk secara geografis
adalah karakteristik penduduk menurut batas-batas alam seperti pantai,
sungai, danau dan sebagainya.
2.
Persebaran penduduk berdasarkan administrasi pemerintahan
Persebaran penduduk secara administrasi
adalah karakteristik penduduk menurut batas-batas wilayah administrasi yang
ditetapkan oleh suatu negara, misalnya jumlah penduduk di desa A atau di
kecamatan B.
2.2 Persebaran Penduduk di Indonesia
Persebaran
penduduk erat kaitannya dengan tingkat hunian atau kepadatan penduduk Indonesia
yang tidak merata. Sekitar 60% penduduknya tinggal di Pulau Jawa yang hanya
memiliki luas ± 6,9% dari luas wilayah daratan Indonesia. Secara umum, tingkat
kepadatan penduduk atau population density dapat diartikan sebagai perbandingan
banyaknya jumlah penduduk dengan luas daerah atau wilayah yang ditempati
berdasarkan satuan luas tertentu.
Kepadatan
penduduk dapat dibedakan menjadi tiga macam, berikut ini :
1.
Kepadatan Penduduk Berdasarkan Lahan
Pertanian. Kepadatan penduduk berdasarkan lahan pertanian dapat dibedakan atas
kepadatan penduduk agraris dan kepadatan penduduk fisiologis.
2.
Kepadatan penduduk agraris adalah
perbandingan antara jumlah penduduk yang bekerja di sektor pertanian dengan
luas lahan pertanian
3.
Kepadatan penduduk fisiologis adalah
perbandingan antara jumlah penduduk total (baik yang bermata pencaharian
sebagai petani ataupun tidak) dengan luas lahan
pertanian.
Kepadatan penduduk di tiap-tiap wilayah
Indonesia tidaklah sama, hal ini tentu saja menimbulkan permasalahan
kependudukan. Permasalahan ini terkait dengan penyediaan sarana dan prasarana
sosial, kesempatan kerja, stabilitas keamanan, serta pemerataan pembangunan.
Informasi kepadatan penduduk tiap daerah perlu diketahui
untuk mengetahui ada tidaknya gejala kelebihan penduduk (overpopulation),
untuk mengetahui pusat-pusat aglomerasi penduduk, serta untuk mengetahui
penyebaran dan pusat-pusat kegiatan ekonomi maupun budaya. Informasi-informasi
tersebut pada akhirnya akan digunakan sebagai dasar perencanaan pembangunan di
tiap-tiap daerah.
Akibat dari tidak meratanya penduduk yaitu luas lahan
pertanian di Jawa semakin sempit. Lahan bagi petani sebagian dijadikan permukiman
dan industri. Sebaliknya banyak lahan di luar Jawa belum dimanfaatkan secara
optimal karena kurangnya sumber daya manusia. Keadaan demikian tentunya sangat
tidak menguntungkan dalam melaksanakan pembangunan wilayah dan bagi peningkatan
pertahanan keamanan negara.
Faktor-faktor yang menyebabkan tingginya tingkat migrasi ke
pulau Jawa, antara lain karena pulau Jawa:
a. Sebagai
pusat pemerintahan.
b. Sebagian
besar tanahnya merupakan tanah vulkanis yang subur.
c. Merupakan
pusat kegiatan ekonomi dan industri sehingga banyak tersedia
lapangan kerja.
d. Tersedia
berbagai jenjang dan jenis pendidikan.
e. Memiliki
sarana komunikasi yang baik dan lancar
2.3 Faktor
Persebaran Penduduk
Persebaran atau distribusi penduduk adalah bentuk penyebaran
penduduk di suatu wilayah atau negara, apakah penduduk
tersebut tersebar merata atau tidak. Kepadatan penduduk adalah angka yang
menunjukkan jumlah rata-ratap penduduk pada setiap Km2 pada suatu wilayah
negara. Faktor-faktor yang mempengaruhi penyebaran dan kepadatan penduduk
tiap-tiap daerah atau negara sebagai berikut:
1.
Faktor Fisiografis
2.
Faktor Biologis
3.
Faktor Kebudayaan dan Teknologi
Kegunaan
mengetahui kepadatan penduduk suatu wilayah adalah :
a.
Untuk mengetahui persebaran penduduk
suatau wilayah
b.
Untuk mengetahui telah terjadi
peledakan penduduk disuatu wilayah atau
belum yang bersifat menonitor.
c.
Untuk mengetahui penyebab perbedaan
kepadatan penduduk dengan daerah lain disekitarnya.
d.
Untuk mengetahui pusat-pusat
kebudayaan, dimana budaya timbul pada penduduk yang padat dan penduduk makin
padat budaya makin tinggi .
Persebaran
yang tidak merata berpengaruh terhadap lingkungan hidup. Daerah-daerah yang
padat penduduknya terjadi eksploitasi sumber alam secara berlebihan sehingga
terganggulah keseimbangan alam. Sebagai contoh adalah hutan yang terus menyusut
karena ditebang untuk dijadikan lahan pertanian maupun pemukiman. Dampak buruk
dari berkurangnya luas hutan adalah:
·
terjadi banjir karena peresapan air
hujan oleh hutan berkurang
·
terjadi kekeringan
·
tanah sekitar hutan menjadi tandus
karena erosi
Daya
dukung lingkungan dari berbagai daerah di Indonesia tidak sama. Daya dukung
lingkungan pulau Jawa lebih tinggi dibandingkan dengan pulau-pulau lain,
sehingga setiap satuan luas di Pulau Jawadapat mendukung kehidupan yang lebih
tinggi dibandingkan dengan, misalnya di Kalimantan,
Papua, Sulawesi, dan Sumatra. Kemampuan suatu wilayah dalam
mendukung kehidupan itu ada batasnya. Apabila kemampuan wilayah dalam mendukung
lingkungan terlampau dapat berakibat pada terjadinya tekanan-tekanan penduduk.
Jadi, meskipun di Jawa daya dukung lingkungannya tinggi, namun juga perlu
diingat batas kemampuan wilayah tersebut dalam mendukung kehidupan.
Faktor penyebab
persebaran penduduk yang tidak merata antara lain:
1)
Kesuburan tanah, daerah atau wilayah
yang ditempati banyak penduduk, karena dapat dijadikan sebagai lahan bercocok
tanam dan sebaliknya.
2)
Iklim, wilayah yang beriklim terlalu
panas, terlalu dingin, dan terlalu basah biasanya tidak disenangi sebagai
tempat tinggal
3)
Topografi atau bentuk permukaan
tanah pada umumnya masyarakat banyak bertempat tinggal
di daerah datar
4)
Sumber air
5)
Perhubungan atau transportasi
2.4 Dampak
Persebaran Penduduk
Persebaran
penduduk antara kota dan desa juga mengalami ketidakseimbangan. Perpindahan
penduduk dari desa ke kota di Indonesia terus mengalami peningkatan dari waktu
ke waktu. Urbanisasi yang terus terjadi menyebabkan terjadinya pemusatan
penduduk di kota yang luas wilayahnya terbatas. Pemusatan penduduk di
kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan dan kota-kota besar lainnya dapat
menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan hidup seperti:
1.
Munculnya permukiman liar.
2.
Sungai-sungai tercemar karena
dijadikan tempat pembuangan sampah baik oleh masyarakat maupun dari
pabrik-pabrik industri.
3.
Terjadinya pencemaran udara dari
asap kendaraan dan industri.
4.
Timbulnya berbagai masalah sosial
seperti perampokan, pelacuran dan lain-lain
2.5 Upaya
Mengatasi Persebaran Penduduk yang Tidak Merata
Upaya
tersebut adalah :
1. Pemerataan pembangunan.
2. Penciptaan lapangan kerja di daerah-daerah yang jarang penduduknya
dan daerah pedesaan.
3. Pemberian penyuluhan terhadap masyarakat tentang pengelolaan
lingkungan alamnya.
Selain di Jawa ketimpangan persebaran penduduk terjadi di
Irian Jaya dan Kalimantan. Luas wilayah Irian Jaya 21,99% dari luas Indonesia,
tetapi jumlah penduduknya hanya 0,92% dari seluruh penduduk Indonesia. Pulau
Kalimantan luasnya 28,11% dari luas Indonesia, tetapi jumlah penduduknya hanya
5% dari jumlah penduduk Indonesia. Untuk mengatasi persebaran penduduk yang
tidak merata dilaksanakan program transmigarasi.
Tujuan
pelaksanaan transmigrasi yaitu:
a. Meratakan
persebaran penduduk di Indonesia.
b. Peningkatan
taraf hidup transmigran.
c. Pengolahan
sumber daya alam.
d.
Pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.
e. Menyediakan
lapangan kerja bagi transmigran.
f. Meningkatkan
persatuan dan kesatuan bangsa.
g. Meningkatkan
pertahanan dan kemananan wilayah Indonesia.
Untuk
mengatasi kepadatan penduduk, pemerintah menggalakkan
program transmigrasi. Adapun
jenis-jenis transmigrasi yang ada adalah :
1.
Transmigrasi umum, yaitu
transmigrasi yang biayanya ditanggung
pemerintah ditujukan untuk penduduk yang memenuhi
syarat.
2.
Transmigrasi spontan/swakarsa, yaitu
transmigrasi yang seluruh pembiayaannya ditanggung sendiri. Pemerintah hanya
menyediakan lahan pertanian dan rumah.
3.
Transmigrasi lokal, yaitu
transmigrasi yang dilakukan dalam satu wilayah provinsi.
4.
Transmigrasi khusus/sektoral, yaitu
transmigrasi yang dilakukan karena penduduk terkena bencana alam.
5.
Transmigrasi bedol desa, yaitu
transmigrasi yang dilakukan oleh seluruh penduduk desa berikut pejabat-pejabat
pemerintahan desa.
Untuk
mengatur kelahiran penduduk, pemerintah menggalakkan program Keluarga Berencana
dalam rangka mencapai Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera (NKKBS).
Program KB juga mengarah pada catur warga, yaitu keluarga yang terdiri dari
ayah, ibu, dan dua orang anak. Ternyata program KB di Indonesia berhasil sangat
baik dan bahkan dijadikan contoh oleh banyak negara untuk mengatasi masalah kependudukan.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Persebaran penduduk secara umum adalah
Persebaran atau distribusi penduduk adalah bentuk penyebaran penduduk di suatu
wilayah atau Negara. Persebaran penduduk dapat dibagi menjadi dua yaitu Persebaran
penduduk berdasarkan geografis dan Persebaran penduduk berdasarkan administrasi
pemerintahan.
Akibat dari tidak meratanya penduduk
yaitu luas lahan pertanian di Jawa semakin sempit. Lahan bagi petani sebagian
dijadikan permukiman dan industri. Sebaliknya banyak lahan di luar Jawa belum
dimanfaatkan secara optimal karena kurangnya sumber daya manusia. Sebagian
besar tanah di luar Jawa dibiarkan begitu saja tanpa ada kegiatan pertanian.
Keadaan demikian tentunya sangat tidak menguntungkan dalam melaksanakan
pembangunan wilayah dan bagi peningkatan pertahanan keamanan negara.
Daya dukung
lingkungan dari berbagaidaerah di Indonesia tidak sama. Daya dukung lingkungan
pulau Jawa lebih tinggidibandingkan dengan pulau-pulau lain, sehingga setiap
satuan luas di Pulau Jawadapat mendukung kehidupan yang lebih tinggi
dibandingkan dengan, misalnya diKalimantan,
Papua, Sulawesi, dan Sumatra.Kemampuan suatu wilayah dalam mendukung
kehidupan itu ada batasnya. Apabilakemampuan wilayah dalam mendukung lingkungan
terlampau, dapat berakibatpada terjadinya tekanan-tekanan penduduk. Jadi,
meskipun di Jawa daya dukunglingkungannya tinggi, namun juga perlu diingat
batas kemampuan wilayah ter sebutdalam mendukung kehidupan.
Untuk mengatasi
persebaran penduduk yang tidak merata dilaksanakan program transmigarasi.
Tujuan
pelaksanaan transmigrasi yaitu Meratakan persebaran penduduk di Indonesia,
Peningkatan taraf hidup transmigran, Pengolahan sumber daya alam, Pemerataan
pembangunan di seluruh wilayah Indonesia, Menyediakan lapangan kerja bagi
transmigran, Meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa, Meningkatkan
pertahanan dan kemananan wilayah Indonesia.
3.2 Saran
Penulis menyadari bahwa makalah ini
masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat
membangun dan dapat menyempurnakan makalah ini sangat penulis harapkan. Semoga
makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca.
DAFTAR PUSTAKA
Wikipedia bahasa Indonesia, Ensiklopedia bebas
http://rafkind.blogspot.co.id/2013/05/persebaran-penduduk-di-indonesia.html
https://zaka4share.wordpress.com/2014/10/21/persebaran-penduduk-di-indonesia/
Comments
Post a Comment