MAKALAH POLIMER DAN TANDA SEGITIGA DI PLASTIK
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan
kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan Hidayah-Nya sehingga
kami mampu menyelesaikan makalah ini dengan baik.
Buku ini kami susun berdasarkan
dengan ringkasan materi yang kami peroleh guna untuk memungkinkan siswa yang
kreatif sehingga lebih meningkatkan kemampuan daya pikir,menambahkan
pengetahuan dan meningkatkan kecerdasan bagi siswa.
Kami
menyadari adanya keterbatasan, kemampuan dan pengetahuan dalam penyusunan makalah ini.
Besar harapan kami akan adanya
saran, masukan maupun kritik yang membangun dari pembaca demi sempurnanya
penyusunan makalah ini. Semoga makalah ini dapat
memberi manfaat bagi para pembacanya.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ………………………………………………i
DAFTAR ISI …………………………………………………………….ii
BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG ………………………………………………….1
B. RUMUSAN MASALAH …………………………………………..1
BAB II POLIMER
A. PENGERTIAN POLIMER ……………………………………….2
B. JENIS-JENIS POLIMER ……………………………………………..3
C. KEGUNAAN POLIMER …………………………………………… 3
D. MANFAAT POLIMER …………………………………………5
E. METODE PEMBUATAN …………………………………………… 6
TANDA SEGITIGA PADA PLASTIK ………………………………………..6
BAB III PENUTUP
KESIMPULAN ……………………………………………………10
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menggunakan
berbagai bahan kimia. Sebagian besar dari masyarakat tidak menyadari akan
bahaya dari bahan-bahan kimia tersebut, bahan kimia yang banyak digunakan
didalam kehidupan sehari-hari memang tidak memberikan akibat secara langsung
dan cepat namun, membutuhkan waktu lama.
Kita mungkin tahu polimer yang merupakan suatu
golongan bahan kimia yang banyak digunakan dalam kehidupan kita sehari-hari
maupun dalam industri. Polimer meliputi plastik, karet, serat, dan nilon.
Beberapa senyawa penting dalam tubuh makhluk hidup, yaitu karbohidrat
(polisakarida), protein, dan asam nukleat, juga merupakan
polimer.
Pada umumnya dalam kehidupan sehari-hari kita sering sekali
menggunakan barang-barang dengan bahan baku plastik.
Seperti misalnya yang sering kita pergunakan yaitu peralatan makan
dan minum yang terbuat dari bahan plastik.
Banyak sekali informasi atau berita mengenai tipe dan jenis
plastik, bahaya zat yang terkandung dalam plastik bagi kesehatan begitu juga
tentang limbahnya yang sulit untuk di daur ulang.
Sebenarnya hal ini telah banyak dibahas banyak kalangan seiring
meningkatnya sampah plastik yang terserak disekitar kita. Botol maupun
bahan-bahan dari plastik bekas lain banyak ditemukan disekitar kita.Banyak dari
kita yang tidak mengetahui akan jenis dan tipe dari kemasan-kemasan yang
terbuat dari bahan plastik.
Pada dasarnya bahwa kemasan-kemasan yang terbuat dari plastik
seperti botol-botol plastik sebenarnya telah diberi kode yang terletak dibagian
bawah botol tersebut untuk keperluan keamanan.
Dan kode dan simbol berbentuk segitiga yang ada di bawah botol
plastik tersebut sangat penting untuk diketahui karena berkaitan dengan jenis
bahan serta dampak pemakaiannya.
Dapat kita ketahui bersama bahwa secara internasional telah diatur
kode untuk kemasan plastik. Kode ini dikeluarkan oleh The Society of Plastic
Industry pada tahun 1988 di Amerika Serikat dan diadopsi pula oleh
lembaga-lembaga yang mengembangkan sistem kode, seperti ISO (International
Organization for Standardization). Bagi kita yang belum mengetahui dan awam
sangat perlu untuk diketahui, karena tanda tersebut berkaitan dengan jenis
bahan serta cara dan dampak pemanfaatannya bagi manusia.
B. Perumusan Masalahan
-
Pengertian
polimer
-
Jenis-jenis
polimer
-
Kegunaan
polimer
-
Manfaat
Polimer
-
Metode Pembuatan
-
Tanda
segitiga pada Plastik
BAB II
POLIMER
A. Pengertian Polimer
Suatu molekul raksasa (makromolekul) yang terbentuk
dari susunan ulang molekul kecil yang terikat melalui ikatan kimia
disebut polimer (poly = banyak;mer = bagian). Suatu polimer
akan terbentuk bila seratus atau seribu unit molekul yang kecil (monomer),
saling berikatan dalam suatu rantai. Jenis-jenis monomer yang saling berikatan
membentuk suatu polimer terkadang sama atau berbeda. Sifat-sifat polimer
berbeda dari monomer-monomer yang menyusunnya.
1. Contoh
Polimer
Teflon (politetra-fluoroetilena) yang berwujud padat
dibuat bila molekul-molekul gas tetra-fluoroetilena bereaksi membentuk rantai
panjang. Contoh lain, molekul-molekul gas etilena bereaksi membentuk rantai
panjang plastik polietilena yang ada pada kaleng susu. Vinil klorida, propena,
tetra-fluoroetilena, dan stirena. Monomer akrilonitril membentuk polimer
poliakrilonitril (PAN), yang dikenal dengan nama orlon, dan digunakan sebagai
karpet dan pakaian “rajutan”. Ikatan rangkap pada karbon dalam monomer berubah
menjadi ikatan tunggal, dan berikatan dengan atom karbon lain membentuk
polimer.
2. Struktur
Polimer
Bila Anda ingin memahami struktur polimer, Anda
dapat mengidentifikasi monomer yang secara berulang-ulang menyusun polimer
tersebut. Karena polimer merupakan molekul yang besar, maka polimer umumnya
disajikan dengan menggambarkan hanya sebuah rantai. Sebuah rantai yang
digambarkan tadi harus mencakup paling tidak satu satuan ulang yang lengkap.
Selulosa, merupakan komponen utama tumbuhan, suatu
senyawa organik yang kemungkinan sangat berlimpah di bumi. Bahan tumbuhan ini
ditemukan di dalam dinding sel buah-buahan dan sayuran, tidak dapat dicerna
oleh manusia. Selulosa yang melewati sistem pencernaan makanan tidak diubah,
namun digunakan sebagai serat makanan yang diterima sistem pencerna makanan
manusia dengan baik. Panjang molekul selulosa berjarak dari beberapa ratus
hingga beberapa ribu unit glukosa, tergantung dari sumbernya
Selulosa merupakan polimer yang ditemukan di dalam
dinding sel tumbuhan seperti kayu, dahan, dan daun. Selulosa itulah yang
menyebabkan struktur-struktur kayu, dahan dan daun menjadi kuat. Dapatkah Anda
menemukan bagian dari struktur molekul selulosa yang diulang? Ingat bahwa
bagian cincin dari molekul selulosa semuanya identik. Ada satuan-satuan monomer
yang bergabung membentuk polimer. Glukosa adalah nama monomer yang ditemukan di
dalam selulosa. Satuan glukosa yang digambarkan dalam bentuk sederhana tanpa
atom karbon dan hidrogen. Struktur lengkap glukosa digambarkan sebagai berikut.
B. Jenis – jenis Polimer
1. Poly Ethylene (PE)
Barang Plastik Yang Digunakan Sebagai Packing
Minuman Atau Barang Cairan.
2. Poly Propylene (PP)
Bahan Plastik Yang Digunakan Untuk Dipakai Pada Packing
Makanan Kering Atau Snack.
3. Poly Vinly Chlorine (PVC)
Bahan Plastik Yang dipergunakan Untuk Packing Botol
Minyak,Daging,Pipa Air Dan Jendela Plastik.
4. Oriented Polystyrene (OPP)
Sangat Bening,Kurang Tahan Panas.
5. High Density Polyethylene (HDPE)
Bahan Plastik Yang Berwarna Putih susu Atau Putih
Bersih.
6. Karet Bahan
Adalah Karet Yang Berupa Karet Gelang Bersifat
Transparant,Kuat dan Elastis.
7. Low Density Polyethylene (LDPE)
Bahan Plastik Yang digunakan Untuk Pelapis Kaleng.
8. Polyethylene Terephthalate (PET)
Adalah Polimer Jernih Dan kuat Dengan Sifat-sifat
Penahan Gas Dan Kelembaban.
9. Polystyrene(PS)
Bersifat Berubah Bentuk Dan Berbunyi.
10. Lunchbox Polystyrene
Bahan Plastik Yang Digunakan Untuk Packing Makanan
Ringan,Nasi,Dll.
11. Plastik Cor
Adalah Bahan Plastik Yang Bisa dipergunakan Untuk
Pengecoran Bangunan.
C. Kegunaan Polimer
1. Polietena
Polietilena (disingkat PE) (IUPAC: Polietena)
adalah termo plastik atau merupakan polimer plastik yang sifatnya ulet (liat),
massa jenis rendah, lentur, sukar rusak apa bila lama dalam keadaan
terbuka di udara maupun apabila terkena tanah lumpur, tetapi tidak tahan panas.
Kegunaan polietena adalah untuk memproduksi lembaran untuk kantong
plastik, pembungkus halaman, ember, dsb.
2. Polipropena
Polipropilena atau polipropena (PP) adalah
sebuah polimer termo-plastik yang dibuat oleh industri kimia dan digunakan
dalam berbagai aplikasi, diantaranya pengemasan, tekstil (contohnya tali,
pakaian dalam termal, dan karpet), alat tulis, berbagai tipe wadah terpakaikan
ulang serta bagian plastik, perlengkapan labolatorium, pengeras suara,
komponen otomotif, dan uang kertas polimer. Plastik ini juga digunakan untuk
membuat botol plastik, karung, bak air, tali, dan kanel listrik
(insulator). Polimer adisi yang terbuat dari propilena
monomer, permukaannya tidak rata serta memiliki sifat resistan yang tidak
biasa terhadap kebanyakan pelarut kimia, basa dan asam. Polipropena
biasanya didaur-ulang, dan simbol daur ulangnya adalah nomor "5"
: nomor 5 yang dkelilingi sebuah simbol daur ulang, dengan huruf
"P P" di bawah.Polipropena
mempunyai sifat yang sama
dengan polietena. Oleh karena plastik ini juga banyak
diproduksi, hanya kekuatannya lebih besar dari polietena dan lebih tahan panas
serta tahan terhadap reaksi asam dan basa.
3. PVC
Polivinil klorida(IUPAC: Poli(kloroetanadiol)),
biasa disingkat PVC, Plastik PVC bersifat termo plastik dengan daya tahan kuat.
Plastik ini juga bersifat tahan serta kedap terhadap minyak dan bahan
organik. Ada dua tipe plastik PVC yaitu bentuk
kaku dan bentuk fleksibel. Plastik bentuk kaku digunakan untuk membuat
konstruksi bangunan, mainan anak-anak, pipa PVC(paralon), meja, lemari,
piringan hitam, dan beberapa komponen mobil. Adapun plastik bentuk fleksibel,
jenis ini digunakan untuk membuat selang plastik dan isolasi listrik. Dalam hal
penggunaannya, plastic PVC menempati urutan ketiga dan sekitar 68% digunakan
untuk konstruksi bangunan (pipa saluran air).
4. Teflon
Teflon merupakan nama lain dari Politetrafluoroetena
(PTFE). Teflon merupakan lapisan tipis yang sangat tahan panas dan tahan
terhadap bahan kimia. Teflon digunakan untuk pelapis wajan (panci anti
lengket), pelapis tangki dipabrik kimia, pipa anti patah, dan kabel listrik.
5. Polibutaena
Polibutadien adalah karet sintetis yang merupakan
polimer terbentuk dari proses polimerisasidari monomer 1,3-butadiena. Memiliki
resistensi yang tinggi terhadap aus dan digunakan terutama dalam pembuatan ban.
Ini juga telah digunakan untuk melapisi atau merangkum rakitan elektronik, menawarkan
tahanan listrik yang sangat tinggi. Polibutadiena paling banyak digunakan
untuk membuat ban mobil. Karet ini juga dapat digunakan pada bantalan kereta
api, blok jembatan, bola golf,selang air, dll.
6. Poliester
Poliester adalah suatu kategori polimer yang
mengandung gugus fungsional ester dalam rantai utamanya. Meski terdapat banyak
sekali poliester, istilah "poliester" merupakan sebagai sebuah bahan
yang spesifik lebih sering merujuk pada polietilena tereftalat (PET). Poliester
termasuk zat kimia yang alami, seperti yang kitin dari kulit ari tumbuhan,
maupun zat kimia sintetis seperti polikarbonat dan polibutirat. Dapat
diproduksi dalam berbagai bentuk seperti lembaran dan bentuk 3 dimensi,
poliester sebagai termoplastik bisa berubah bentuk sehabis dipanaskan. Walau
mudah terbakar di suhu tinggi, poliester cenderung berkerut menjauhi api dan
memadamkan diri sendiri saat terjadi pembakaran. Serat poliester mempunyai
kekuatan yang tinggi dan E-modulus serta penyerapan air yang rendah dan
pengerutan yang minimal bila dibandingkan dengan serat industri yang lain.
Poliester digunakan untuk membuat botol, film, tarpaulin, kano, tampilan
kristal cair,hologram,penyaring, saput (film) dielektrik untuk kondensator,
penyekat saput buat kabel dan pita penyekat. Kain poliester tertenun digunakan
dalam pakaian konsumen dan perlengkapan rumah seperti seprei ranjang, penutup
tempat tidur, tirai dan korden. Poliester industri digunakan dalam pengutan
ban, tali, kain buat sabuk mesin pengantar (konveyor), sabuk pengaman, kain
berlapis dan penguatan plastik dengan tingkat penyerapan energi yang tinggi.
Fiber fill dari poliester digunakan pula untuk mengisi bantal dan selimut
penghangat.
7. Nilon
66
Nylon 6-6, juga disebut sebagai nilon 6,6, adalah
jenis nilon. Nylon terdapat dalam berbagai jenis, dua yang paling umum untuk
industri tekstil dan plastik adalah: nilon 6 dan nilon 6,6.Nilon digunakan
untuk banyak hal, seperti serat karpet, pakaian, airbag, ban, tali, selang,
stoking, parasut, dll.
8. Polistirena
Polistirena adalah sebuah polimer dengan monomer
stirena, sebuah hidrokarbon cair yang dibuat secara komersial
dari minyak bumi. Pada suhu ruangan, polistirena
biasanya bersifat termoplastik padat, dapat mencair pada suhu yang lebih
tinggi. Stirena tergolong senyawa aromatik. Polistirena padat murni adalah
sebuah plastik tak berwarna, keras dengan fleksibilitas yang terbatas yang
dapat dibentuk menjadi berbagai macam produk dengan detil yang bagus.
Penambahan karet pada saat polimerisasi dapat meningkatkan fleksibilitas
dan ketahanan kejut. Polistirena jenis ini dikenal dengan nama HighImpact
Polystyrene (HIPS). Polistirena murni yang transparan bisa dibuat menjadi
beraneka warna melalui proses compounding Polistirena banyak dipakai dalam
produk-produk elektronik sebagai casing, kabinet dan komponen-komponen lainya.
Peralatan rumah tangga yang terbuat dari polistirena : sapu, sisir, baskom,
gantungan baju, ember.
9. Fleksiglas
Polimetil Metakrilat disingkat PMMA mempunyai nama
dagang flexiglass. Polimetil metakrilat merupakan polimerisasi adisi dari
monomer metil metakrilat (H2C = CH-COOH3). PMMA merupakan plastik yang
kuat dan transparan. Polimer ini digunakan untuk jendela pesawat terbang dan
lampu belakang mobil (kaca alkrilik).
D. Manfaat Polimer
1. Manfaat
Polimer Plastik
Plastik berasal dari polimerisasi adisi dari
berbagai monomer ikatan rangkap. Berikut contoh polimer plastik dan manfaatnya.
·
Polietena
merupakan polimerisasi dari monomer etena. Polietena punya titik didih 110o C
dan banyak dimanfaatkan untuk botol, film, pembungkus, dan isolator alat-alat
listrik.
·
Polipropilena
Merupakan
gabungan molekul-molekul propena. Mirip sifatnya dengan polietena namun
lebih kuat. Polipropilena banyak digunakan untuk membuat tali, botol, karung,
dan sebagainya.
·
Polivinilklorida(PVC)
Sobat
hitung pernah dengan pipa PVC yang biasanya untuk membuat saluran air? Pipa itu
terbuat dari Polivinilklorida. Manfaat polimer untuk membuat pipa, pelapis
lantai, dan tongkat.
·
Teflon(PTFE)
Politetrafluoroetena
(PTFE) atau teflon terutama digunakan untuk pelapis alat-alat memasak. Teflon
bersifat ulet, kenyal, tahan zat kimia, tak mudah terbakar, isolator listrik
dan panas yang baik, tak mudah lengket dan menempel. Dengan ada teflon di
alat/panci masak untuk menggoreng sangat memudahkan kita memasak dan
mencucinya.
·
Polivinil
Asetat (PVC)
sebagai
bahan pengemulsi cat.
·
Polistirena
Polistirena
merupakan gabungan dari stirena. Manfaat polimer ini sebagai pembungkus makanan
dan minuman (gelas plastik).
·
Polimetil
Metakrilat (PMMA)
bentuknya
plastik bening. Strukturnya keras namun ringan sehingga banyak dimanfaatkan
sebagai pengganti gelas dan kaca pesawat terbang.
2. Manfaat
Polimer Karet
·
Karet Alam
Karet alam
terdiri dari rangkaian isoprena yang berasal dari alam. Sobat tahu ban mobil?
Manfaat polimer ini terbesar adalah sebagai ban kendaraan. Karet yang awalnya
lunak akan menjadi keras setelah di vulkanisir dengan menambahkan sedikit
belerang.
·
Karet
Sintesis
Neoprena :
tahan terhadap bensin, minyak tanah, lemak sehingga
banyak dimanfaatkan untuk bahan membuat selang karet, sarung tangan,
dan sebagainya
·
Karet
Nitril : manfaat polimer ini mirip seperti Neoprena
·
Styrena
Butadiena Rubber (SBR) : kalau yang alami kita punya karet alam
kalau yang sintesis kita punya SBR. Manfaat polimer ini
sebagai bahan ban motor.
3. Serat Sintetis
·
Nilon 66
Merupakan
polimer dari heksa metilen diamina dan asam adipat. Disebut nilon 66 karena
baik heksa metilen diamina dan asam adipat masing-masing mempunyai 6 atom
karbon. Karena sifatnya ulet, melar, dan kuat maka banyak digunakan untuk bahan
membuat tali, jala, parasit, tenda, dan sebagainya.
·
Orlon
(Poliakrilonitril)
manfaat
plomer sebagai bahan karpet dan pakaian.
·
Dacron
(Ploetilentreftalat)
Dacron
banyak digunakan sebagai kemasan minuman dengan kualitas yang baik.
E. Metode Pembuatan
Metode pembuatan polimer melalui polimerisasi
kondensasi dan adisi.
1. Polimerisasi kondensasi adalah
polimerisasi yang disertai dengan pembentukan molekul air (H2O). Sebagian dari
molekul monomer tidak termasuk dalam polimer akhir.
2. Polimerisasi adisi adalah
polimerisasi yang di sertai dengan pemutusan ikatan rangkap diikuti oleh adisi
monomer. Monomer mengadisi monomer lain sehingga produk polimer mengandung
semua atom yang ada pada monomer awal.
TANDA SEGITIGA DI BAWAH
BOTOL PLASTIK
Tanda
di bawah botol itu merupakan kode yang dikeluarkan The Society of
Plastic Industrypada tahun 1998 di Amerika Serikat dan diadopsi oleh
lembaga-lembaga pengembangan sistem kode, seperti ISO (International Organization
for Standardization). Secara umum tanda pengenal plastik tersebut:
1.
Berada atau terletak di bagian
bawah,
2.
Berbentuk segitiga,
3.
Di dalam segitiga tersebut terdapat
angka,
4.
Serta nama jenis plastik di bawah
segitiga.

1. PETE atau PET
Tanda
ini biasanya tertera logo daur ulang dengan angka 1 di tengahnya serta tulisan
PETE atau PET (polyethylene terephthalate) di bawah segitiga. Biasa dipakai
untuk botol plastik, berwarna jernih/transparan/tembus pandang seperti botol
air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya. Botol jenis
PETE/PET ini disarankan hanya
sekali pakai. Bila terlalu sering dipakai, apalagi digunakan untuk
menyimpan air hangat apalagi panas, akan mengakibatkan lapisan polimer pada
botol tersebut akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik (dapat
menyebabkan kanker) dalam jangka panjang.
Bahan PETE ini pun berbahaya bagi
pekerja yang berhubungan dengan pengolahan maupun botol daur ulang botol PETE.
Pembuatan PETE menggunakan senyawa antimoni trioksida. Senyawa ini dapat masuk
ke dalam tubuh melalui sistem pernapasan dengan menghirup udara yang mengandung
senyawa tersebut. Seringnya menghirup senyawa ini dapat mengakibatkan iritasi
kulit dan saluran pernapasan. Bagi wanita, senyawa ini meningkatkan masalah
menstruasi dan keguguran. Bila melahirkan pun, anak mereka kemungkinan besar
akan mengalami pertumbuhan yang lambat hingga usia 12 bulan.
Mayoritas bahan PETE di dunia
digunakan untuk serat sintesis dan bahan dasar botol kemasan. Di dalam
pertekstilan, PETE biasa disebut dengan polyester.
2.
HDPE
Pada
bagian bawah kemasan botol plastik, tertera logo daur ulang dengan angka 2 di
tengahnya, serta tulisan HDPE (high density polyethylene) di bawah segitiga.
Biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu, Tupperware, galon air
minum, kursi lipat, dan lain-lain. Botol plastik jenis HDPE memiliki sifat
bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi.
Merupakan salah satu bahan plastik yang aman untuk digunakan karena kemampuan
untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik berbahan HDPE dengan
makanan/minuman yang dikemasnya. Sama seperti PETE, HDPE juga disarankan hanya untuk sekali pemakaian karena
pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu.
3.
V atau PVC
Tertulis
(terkadang berwarna merah) dengan angka 3 di tengahnya, serta tulisan V. V itu
berarti PVC (polyvinyl chloride), yaitu jenis plastik yang paling sulit didaur
ulang. Ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap) dan botol-botol.
Reaksi yang terjadi antara PVC dengan makanan yang dikemas dengan plastik ini
berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan.
PVC mengandung DEHA
(diethylhydroxylamine) yang dapat bereaksi dengan makanan yang dikemas dengan
plastik berbahan PVC ini saat bersentuhan langsung dengan makanan tersebut
karena DEHA ini lumer pada suhu -15°C.
4.
LDPE
Logo
daur ulang dengan angka 4 di tengahnya, serta tulisan LDPE. LDPE (low density
polyethylene) yaitu plastik tipe cokelat (thermoplastic, dibuat dari minyak
bumi), biasa dipakai untuk tempat makanan, plastik kemasan, dan botol-botol
yang lembek. Sifat mekanis jenis LDPE ini adalah kuat, tembus pandang,
Fleksibel dan permukaan agak berlemak, pada suhu 60 derajat sangat resisten
terhadap reaksi kimia, daya proteksi terhadap uap air tergolong baik, dapat
didaur ulang serta baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibelitas tapi
kuat. Barang berbahan LDPE ini sulit dihancurkan, tetapi tetap baik untuk
tempat makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemas
dengan bahan ini.
5.
PP
Tertera
logo daur ulang dengan angka 5 di tengahnya, serta tulisan PP. Karakteristik
adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Polipropilen
lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah, ketahanan yang baik
terhadap lemak, stabil terhadap suhu tinggi dan cukup mengkilap. Jenis PP
(polypropylene) ini adalah pilihan bahan plastik terbaik, terutama untuk tempat makanan dan minuman seperti
tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi.
Carilah dengan kode angka 5 bila membeli barang berbahan plastik untuk
menyimpan kemasan berbagai makanan dan minuman.
6.
PS
Tertera
logo daur ulang dengan angka 6 di tengahnya, serta tulisan PS. Biasa dipakai
sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dan lain-lain.
Polystyrene merupakan polimer aromatik yang dapat mengeluarkan bahan styrene ke
dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Selain tempat makanan,
styrene juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan
konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari, karena selain berbahaya untuk
kesehatan otak, mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada
masalah reproduksi, dan pertumbuhan dan sistem syaraf, juga karena bahan ini sulit
didaur ulang. Pun bila didaur ulang, bahan ini memerlukan proses yang sangat
panjang dan lama. Bahan ini dapat dikenali dengan kode angka 6. Namun, bila
tidak tertera kode angka tersebut pada kemasan plastik, bahan ini dapat
dikenali dengan cara dibakar (cara terakhir dan sebaiknya dihindari). Ketika
dibakar, bahan ini akan mengeluarkan api berwarna kuning-jingga dan
meninggalkan jelaga.
PS (polystyrene) ditemukan tahun
1839, oleh Eduard Simon, seorang apoteker dari Jerman, secara tidak sengaja.
7.
OTHER
Tertera
logo daur ulang dengan angka 7 di tengahnya, serta tulisan OTHER. Untuk jenis
plastik 7 Other ini ada 4 macam, yaitu:
1.
SAN – styrene acrylonitrile,
2.
ABS – acrylonitrile butadiene
styrene,
3.
PC – polycarbonate,
4.
Nylon
Dapat ditemukan pada tempat makanan
dan minuman seperti botol minum olahraga, suku cadang mobil, alat-alat rumah
tangga, komputer, alat-alat elektronik, dan plastik kemasan.
SAN dan ABS memiliki resistensi yang
tinggi terhadap reaksi kimia dan suhu, kekuatan, kekakuan dan tingkat kekerasan
yang telah ditingkatkan. Biasanya terdapat pada mangkuk mixer, pembungkus
termos, piring, alat makan, penyaring kopi, dan sikat gigi, sedangkan ABS
biasanya digunakan sebagai bahan mainan lego dan pipa. Bahan-bahan ini
merupakan salah satu bahan plastik
yang sangat baik untuk digunakan dalam kemasan makanan ataupun
minuman.
PC (polycarbonate)
dapat ditemukan pada botol susu bayi, gelas anak batita (sippy cup), botol
minum polikarbonat dan kaleng kemasan makanan serta minuman, termasuk kaleng
susu formula. Bahan ini dapat mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke
dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon, kromosom pada
ovarium, penurunan produksi sperma, dan mengubah fungsi imunitas. Pemakaian
dianjurkan tidak digunakan untuk tempat makanan ataupun minuman. Ironisnya
botol susu sangat mungkin mengalami proses pemanasan. Entah itu untuk tujuan
sterilisasi dengan cara merebus, dipanaskan dengan microwave, atau dituangi air
mendidih atau panas.
Kesimpulan yang didapat dari tanda
klasifikasi plastik tersebut:
1.
Hati-hati dalam menggunakan plastik,
khususnya kode 1, 3, 6, dan 7 (PC), seluruhnya memiliki bahaya secara kimiawi.
Gunakan hanya sekali pakai!
2.
Cukup aman bila menggunakan plastik
dengan kode 2, 4, 5, dan 7 (SAN atau ABS)
Satu lagi yang perlu diwaspadai dari penggunaan plastik
dalam industri makanan adalah kontaminasi zat warna plastik dalam makanan.
Contohnya, membeli gorengan di pinggir jalan dalam keadaan panas-panas lalu
langsung dimasukan ke kresek hitam. Ternyata, zat pewarna hitam ini bila
terkena panas, bisa terurai dan terdegradasi menjadi bentuk zat radikal beracun
yang berbahaya bagi kesehatan terutama dapat menyebabkan sel tubuh berkembang
tidak terkontrol seperti pada penyakit kanker. Oleh karena itu, hindarilah
membungkus makanan panas dengan kresek.
Bagi orang tua yang masih memerlukan
botol susu untuk putra atau putrinya:
·
Pilih dan gunakan botol susu bayi
berbahan kaca, atau plastik jenis 4 atau 5.
·
Gunakanlah cangkir bayi berbahan
stainless steel, atau plastik jenis 4 atau 5.
·
Untuk dot, gunakanlah yang berbahan
silikon, karena tidak akan mengeluarkan zat karsinogenik sebagaimana pada dot
berbahan latex.
·
Cegah penggunaan botol susu bayi dan
cangkir bayi (dengan lubang penghisapnya) berbahan jenis 7 PC (polycarbonate),
·
Jika penggunaan plastik berbahan
polycarbonate tidak dapat dicegah, janganlah menyimpan air minum ataupun
makanan dalam keadaan panas.
Hindari penggunaan botol plastik untuk menyimpan air minum.
Biasanya digunakan untuk tempat air putih di dalam kulkas. Jika penggunaan
botol plastik berbahan PET (kode 1) dan HDPE (kode 2) tidak dapat dicegah,
gunakan hanya sekali pakai dan segera dihabiskan. Gantilah dengan botol
stainless steel atau gelas/kaca.
Cegah menggunakan kemasan plastik
untuk mengemas makanan berminyak atau berlemak. Cobalah untuk mulai menggunakan
kemasan berbahan kain untuk membawa sayuran, makanan, ataupun belanjaan. Cegah
penggunaan piring dan alat makan plastik untuk masakan. Gunakanlah alat makan
berbahan stainless steel, kaca, keramik, dan kayu.







BAB III
KESIMPULAN
1. Polimer adalah molekul besar yang
terbentuk dari unit-unit berulang sederhana yang bergabung dengan ikatan
kovalen.
2. Makromolekul adalah sinonim dari
polimer, sedangkan monomer merupakan bahan baku pembuatan polimer.
3. Makromolekul adalah molekul raksa
(giant) yang tersusun paling sedikit seribu atom terikat bersama oleh ikatan
kovalen.
4. Monomer adalah zat yang dapat
diubah menjadi suatu polimer .
5. Etilena adalah monomer yang dapat
dipolimerisasi menjadi polietilena.
6. Beberapa polimer penting,
yaitu polietena, polipropena, polivinil klorida (PVC), teflon, polistirena,
polivinil alkohol, dakron, nilon 66, bakelit, flexiglass, orlon dan karet alam.
Pada tanda segitiga Tertera logo daur ulang dengan angka 7 di
tengahnya, serta tulisan OTHER di bawah segitiga. Untuk jenis plastik 7 Other
ini terdapat 4 macam, yaitu : SAN (styrene acrylonitrile), ABS (acrylonitrile
butadiene styrene), PC (polycarbonate), dan Nylon.
SAN dan ABS memiliki resistensi yang tinggi terhadap reaksi kimia
dan suhu, kekuatan, kekakuan, dan tingkat kekerasan yang telah ditingkatkan
sehingga merupakan salah satu bahan plastik yang sangat baik untuk digunakan
dalam kemasan makanan ataupun minuman.
Biasanya terdapat pada mangkuk mixer, pembungkus termos, piring,
alat makan, penyaring kopi, dan sikat gigi, sedangkan ABS biasanya digunakan
sebagai bahan mainan lego dan pipa.
PC atau Polycarbonate dapat ditemukan pada botol susu bayi, gelas
anak batita (sippy cup), botol minum polikarbonat, dan kaleng kemasan makanan
dan minuman, termasuk kaleng susu formula. Dapat mengeluarkan bahan utamanya
yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berbahaya bagi kesehatan
sehingga dianjurkan untuk tidak digunakan sebagai tempat makanan ataupun minuman.
Ironisnya banyak botol susu yang terbuat dari PC dan sangat
mungkin mengalami proses pemanasan untuk tujuan sterilisasi dengan cara
merebus, dipanaskan dengan microwave, atau dituangi air mendidih atau air
panas.

Comments
Post a Comment