MAKALAH POTENSI KEMARITIMAN INDONESIA
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kami kemudahan sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Tanpa pertolongan-Nya tentunya kami tidak akan sanggup untuk menyelesaikan makalah ini dengan baik. Shalawat serta salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yaitu Nabi Muhammad SAW yang kita nanti-natikan syafa’atnya di akhirat nanti.
Penulis mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat sehat-Nya, baik itu berupa sehar fisik maupun akal pikiran, sehingga penulis mampu untuk menyelesaikan pembuatan makalah dengan judul “potensi Kemaritiman Indonesia”.
Penulis tentu menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan masih banyak terdapat kesalahan serta kekurangan di dalamnya. Untuk itu, penulis mengharapkan kritik serta saran dari pembaca untuk makalah ini, supaya makalah ini nantinya dapat menjadi makalah yang lebih baik lagi. Demikian, dan apabila terdapat banyak kesalahan pada makalah ini penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak khususnya kepada guru yang telah membimbing kami dalam menulis makalah ini.
Demikian, semoga makalah ini dapat bermanfaat.
Terima kasih.
Kotabaru, 2018
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ....................................................................................
i
DAFTAR ISI .................................................................................................
ii
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang ………………………………………………………………….1
Rumusan Masalah ……………………………………………………………………1
BAB II PEMBAHASAN
Gambaran
Umum Indonesia ……………………………………………………………2
Gambaran
Umum Sulawesi Selatan ………………………………….3
Potensi
Pembangunan Ekonomi Kemaritiman berdasarkan jenis …………………. 4
Potensi
Pembangunan Ekonomi Kemaritiman menurut Sektor Kegiatan……………….. 5
BAB III PENUTUP
Kesimpulan ………………………………………………………………………..7
Saran ……………………………………………………………………………..7
DAFTAR
PUSTAKA …………………………………………………………………. 8
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Bidang
kelautan yang didefinisikan sebagai sektor perikanan, pariwisata bahari,
pertambangan laut, industri maritim, perhubungan laut, bangunan kelautan, dan
jasa kelautan, merupakan andalan dalam menjawab tantangan dan peluang tersebut.
Pernyataan tersebut didasari bahwa potensi sumberdaya kelautan yang besar yakni
75% wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah laut dan selama
ini telah memberikan sumbangan yang sangat berarti bagi keberhasilan
pembangunan nasional. Sumbangan yang sangat berarti dari sumberdaya kelautan
tersebut, antara lain berupa penyediaan bahan kebutuhan dasar, peningkatan
pendapatan masyarakat, kesempatan kerja, perolehan devisa dan pembangunan
daerah. Dengan potensi wilayah laut yang sangat luas dan sumberdaya alam serta
sumberdaya manusia yang dimiliki Indonesia, kelautan sesungguhnya memiliki
keunggulan komparatif, keunggulan kooperatif dan keunggulan kompetitif untuk
menjadi sektor unggulan dalam kiprah pembangunan nasional dimasa
depan.
2. Rumusan Masalah
1. Bagaimana
gambaran umum Indonesia dan Sulawesi?
2. Apa
saja potensi kemaritiman Indonesia?
3. Apa
saja potensi pembangunan kemaritiman menurut sektor kegiatan?
BAB II
PEMBAHASAN
A. GAMBARAN
UMUM INDONESIA
1. Letak
Geografis Indonesia
Posisi
Indonesia berada pada daerah tropis tepatnya dalam posisi silang antara dua
buah benua yaitu Benua Asia dan Benua Australia selain itu juga di apit oleh
dua buah samudra, yaitu samudra Pasifik dan samudra Hindia. Indonesia sering
kita sebut Nusantara, kata nusantara berasal dari kata nusaberarti
pulau dan kata antara yang berarti di apit dua laut atau dua
benua.
2. Luas Wilayah Indonesia
Indonesia
merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, luas wilayah Indonesia yang
ditambah dengan jalur laut 12 mil yaitu 5,8 juta km2 terdiri dari daratan 1,9
juta km2,luas wilayah laut 3,1 juta km2.
3. Panjang Garis Pantai dan Jumlah Pulau
Indonesia
memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia setelah Canada dengan panjang
garis pantai 95.181 km. Wilayah Indonesia terdiri dari 17.508 pulau dari jumlah
tersebut baru 6.000 pulau yang mempunyai nama. Dari luas tersebut, Indonesia
memiliki 13 pulau atau sekitar 97% pulau – pulau besar, seperti Kalimantan,
Sulawesi, Irian Jaya, Sumatra, Jawa, Madura, Halmahera, Seram, Sumbawa, Flores,
Bali dan Lombok.
4. Distribusi dan Pemetaan Potensi
Sumberdaya Kemaritiman
Wilayah pesisir
dan lautan Indonesia sebagai salah satu sumber daya alamnya yang telah
dimanfaatkan oleh bangsa Indonesia sebagai salah satu sumber bahan makanan
utama. Kekayaan hidrokarbon dan mineral lainnya yang terdapat di wilayah ini
juga telah dimanfaatkan untuk menunjang pembangunan ekonomi nasional. Selain
menyediakan berbagai sumber daya tersebut, wilayah pesisir dan lautan Indonesia
memiliki berbagai fungsi lain, seperti transportasi dan pelabuhan, kawasan
industry, agribisnis dan agroindustri, rekreasi dan pariwisata, serta kawasan
pemukiman.
Sumberdaya
pesisir dan lautan ( sumberdaya kemaritiman Indonesia) yang tersebar diseluruh
wilayah nusantara mulai dari wilayah laut teritorial, laut nusantara, maupun
pada wilayah laut yang termasuk dalam zona ekonomi eksklusif. Pada daerah ini
telah dideteksi dan ditentukan melalui pemetaan potensi sumberdaya kelautan dan
perikanan.
B. GAMBARAN
UMUM SULAWESI SELATAN
1. Letak Geografis Sulawesi Selatan
Secara
geografis Sulawesi Selatan terletak pada posisi 00 12o LS
dan 1160 48 - 112 36’ BT dan diapit oleg tiga
wilayah laut yaitu : Teluk Bone disebelah Timur, Laut Flores di sebelah Selatan
dan Selat Makassar di sebelah barat dan berbatasan dengan Provinsi Sulawesi
Barat da Sulawesi Tengah sebelah utara dan Provinsi Sulawesi Tenggara sebelah
timur.
2. Luas Wilayah
Provinsi
Sulawesi Selatan Ibu kota Makassar, dengan luas wilayah daratan secara
keseluruhan 45.574,48 km2, dengan panjang garis pantai sekitar
1.973,7 km merupakan salah satu provinsi di kawasan timur Indonesia yang
mempunyai wilayah perairan pantai dan laut cukup luas.
3. Panjang Garis Pantai
Kondisi
geografis Provinsi Sulawesi Selatan menggambarkan potensi sumberdaya alam yang
kaya baik di darat maupun di laut. Panjang garis pantai sekitar 1.973,7 km,
Pemda Sulawesi Selatan bertanggung jawab mengelola wilayah laut dan pesisir
seluas kurang lebih 60.000 km2 di daerah ini juga dikenal
gugusan kepulauan antara lain : Kepulauan Spermonde atau kepulauan Sangkarang,
kepulauan Pangkep, dan Atol Takabonerate.
4. Distribusi dan Pemetaan Potensi
Sumberdaya Kemaritiman
Sulawesi
Selatan jika ditinjau dari konteks pesisir maka luas sumber daya alami yang
dimanfaatkan berupa kegiatan penangkapan ikan dan wisata. Wilayah pesisir
Sulawesi selatan diketahui dihuni oleh 19 spesies mangrove dengancakupan
vegetasi cukup luas yang pada tahun 1999 sekitar 26.911 ha (data informasi
dinas kehutanan provinsi Sulsel 2002)
C. POTENSI PEMBANGUNAN EKONOMI KEMARITIMAN
BERDASARKAN JENIS SUMBERDAYA ALAM
Sumber daya dapat di pulihkan ( renewable resources)
1) Potensi
daya perikanan laut
Potensi sumber daya perikanan laut di
Indonesia terdiri dari sumberdaya perikanan palagis besar ( 451.830 ton/tahun)
dan pelagis kecil (2.423.000 ton/ tahun), sumberdaya perikanan 3.163.630 ton/
tahun,udang 100.720 ton/tahun, ikan karang 80.082 ton/tahun dan cumi – cumi
328.960 ton/tahun. Dengan demikian secara nasional potensi lestari ikan laut
sebesar 6,7 juta ton/tahun dengantingkat pemanfaatan mencapai 48% ( Dirjen
Perikanan 1995).
2) Hutan
Mangrove
Merupakan ekosistem utama pendukung
kehidupan yang penting diwilayah pesisir. Fungsi dan peran hutan Mangrove,
yaitu: a) menyusunmekanisme antara komponen mangrove dengan ekosistem
lain,pelindung pantai, dan pengendali banjir. b) penyerap bahan pencemar,sumber
energi bagi biota laut. C) menjaga kesetabilan produktivitas danketersediaan
sumberdaya hayati di perairan. d) sebagai sumber kayu kelas satu, bahan kertas
dan arang.
3) Padang
Lamun dan rumput Laut
Padang lamun mempunyai fungsi: a)
meredam ombak dan melindungi pantai. b) daerah asuhan larva. c) tempat makan.
d) rumah tempat tinggal biota laut. e) wisata bahari.
4) Terumbu
Karang
Peran terumbu Karang, yaitu: a)
pelindung pantai dari hempasan ombak dan arus kuat yang berasal dari laut. b)
sebagai habitat tempat mencari makanan.
. Sumber daya yang tidak dapat di pulihkan
(unrenewable resources)
1) Bahan tambang dan mineral
Bahan tambang dan mineral yang terdapat
di laut Indonesia yaitu: bahan bangunan, pasir
Jasa-jasa lingkungan
Jasa-jasa
lingkungan yang dimaksud meliputi fungsi kawasan pesisir dan lautan sebagai
tempat rekreasi dan pariwisata, media transportasi dan komunikasi, sumber energy
, sarana pendidikan dan penelitian, pertahanan keamanan, penampungan limbah,
pengatur iklim, kawasan lindung, dan sistem penunjang kehidupan serta fungsi
fisiologis lainnya. sumber energy yang dapt dimanfaatkan antara lain.
OTEC ( Ocean Thermal Energy Convention )
OTEC merupakan
salah satu bentuk pengalihan energy yang tersimpan dari sifat fisik laut
menjadi energy listrik. Suhu air laut akan menurun sesuai dengan bertambahnya
kedalaman. Perbedaan suhu air di permukaan dengan suhu air di bagian dalam
dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik.
1. Energi
dari gelombang laut
Gelombang laut sangat potensial untuk
dimanfaatkan sebagai energi alternatif di hampir seluruh wilayah dan lautan
dunia.
2. Energi
pasang surut
Pasang surut dapat dikonversi menjadi
energi listrik , terutama pada daerah teluk yang memiliki amplitudo pasang
surut 5 sampai 15 m.
D.
POTENSI
PEMBANGUNAN EKONOMI KEMARITIMAN MENURUT SEKTOR KEGIATAN DAN BEBERAPA ILUSTRASI
MANFAAT SUMBER DAYA KEMARITIMAN
1. Perikanan
tangkap
2. Perikanan
budidaya
3. Industri
pengolahan produk perikanan
4. Industri
bioteknologi
5. Pariwisata
bahari dan pantai
6. Pertambangan
dan energi
7. Perhubungan
laut
8. Industri
kapal , bangunan laut dan pantai
9. Ekosistem
pesisir dan laut
10. Pulau-pulau kecil
11. Benda-benda berharga.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Sumberdaya
Kelautan memiliki potensi yang besar untuk pengembangan ekonomi nasional
menyongsong abad 21, namun demikian pemanfaatannya harus dilaksanakan secara
hati-hati agar tidak terjadi kerusakkan ekosistemnya seperti yang terjadi pada
sumberdaya daratan , selama ini pembangunan yang memanfaatkan potensi
sumberdaya kelautan tidak dilakukan oleh satu koordinasi lembaga negara tetapi
dilakukan secara parsial oleh beberapa lembaga negara seperti departemen
pertahanan, dalam negeri, luar negeri, perhubungan, energi, pariwisata,
industri dan perdagangan, lingkungan hidup, kelautan dan Perikanan. Departemen
tersebut hanya bertanggungjawab pada masing-masing sektor tersebut, dengan
demikian menjadi agak rancu bila memahami tolok ukur pembangunan kelautan hanya
dilihat dan kinerja perdepartemen seperti dalam hal ini Departemen Kelautan dan
Perikanan.
B. SARAN
Penulis
menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan. Oleh
karena itu, Kami sangat mengaharapkan kritik dan sran dari dosen dan mahasiswa
untuk perbaikan makalah ini. Dan semoga makalah ini bermanfaat untuk mengetahui
daln menambah wawasan yang lebih luas untuk ke arah yan lebih baik.
DAFTAR PUSTAKA
https://artikelbermanfaat100.blogspot.com/2013/04/makalah-potensi-dan-sumberdaya.html
Comments
Post a Comment