MAKALAH
TENTANG
“PROBABILITAS
BERSYARAT”

DOSEN
PEMBIMBING : ABI SARA,S.Pd.M.Pd
MATA
KULIAH : PELUANG
DISUSUN
OLEH :
ANITA
RISKA
NIM
: 2018.11.0933
PROGRAM STUDI
SEKOLAH TINGGI KERUGUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
PARIS BARANTAI KOTABARU PENDIDIKAN MATEMATIKA
2018-2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur alhamdulillah kami
panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan nikmat, taufik
serta hidayah-Nya yang sangat besar sehingga kami pada akhirnya bisa
menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya.
Rasa terima kasih juga kami
ucapkan kepada Guru Pembimbing yang selalu memberikan dukungan serta
bimbingannya sehingga makalah ini dapat disusun dengan baik.
Semoga makalah yang telah kami
susun ini turut memperkaya khazanah ilmu serta bisa menambah pengetahuan dan
pengalaman para pembaca.
Selayaknya kalimat yang
menyatakan bahwa tidak ada sesuatu yang sempurna. Kami juga menyadari bahwa
makalah ini juga masih memiliki banyak
kekurangan. Maka dari itu kami mengharapkan saran serta masukan dari para
pembaca sekalian demi penyusunan makalah dengan tema serupa yang lebih baik
lagi.
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR ……………………………………………………i
DAFTAR ISI ………………………………………………………….ii
BAB I
PENDAHULUAN
LATAR
BELAKANG ……………………………………………………….
RUMUSAN
MASALAH …………………………………………………………
TUJUAN
PEMBAHASAN ……………………………………………………
BAB II
PEMBAHASAN
PELAPORAN
HASIL PENILAIAN …………………………………….
PEMANFAATAN DATA HASIL PENILAIAN ……………………………….
BAB III PENUTUP
KESIMPULAN ……………………………………………………………….
SARAN ………………………………………………………………..
BAB I
PENDAHULUAN
1.
Latar
Belakang Masalah
Salah
satu upaya dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar sebagai bagian
dari peningkatan kualitas pendidikan dapat dilakukan melalui sistim penilaian
atau evaluasi. Evaluasi yang merupakan suatu kegiatan untuk melihat sejauh mana
tujuan yang direncanakan telah dikuasai atau telah dicapai oleh objek evaluasi
setelah melalui sutu proses atau pengalaman. Penilaian atau evaluasi dilakukan
oleh semua orang baik di lingkungan keluarga, masyarakat maupun di lingkungan
sekolah pada khususnya.
Dalam penilaian proses dan hasil belajar siswa di sekolah
berkaitan dengan beberapa aspek, yaitu pemilihan alat penilaian, penyususnan
butir soal, pengolahan dan interpretasi data hasil penilaian, analisis butir
soal, serta pemanfaatan data hasil penilaian. Mengajar sebaiknya dimulai dari
hasil penilaian sebelumnya, artinya guru harus memanfaatkan hasil penilaian
untuk melanjutkan pembelajaran berikutnya. Hal ini bertujuan untuk memperbaiki
kekurangan demi kemajuan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, dalam makalah
ini akan dibahas pelaporan dan pemanfaatan hasil penilaian.
2.
Rumusan
Masalah
Dalam
makalah ini yang menjadi rumusan masalah adalah sebagai berikut:
1.
Bagaimana pelaporan hasil penilaian
dalam kegiatan atau proses belajar mengajar?
2.
Bagaimana pemanfaatan hasil
penilaian dalam kegiatan atau proses belajar mengajar?
BAB II
PEMBAHASAN
1.
Pelaporan
Hasil penilaian
Laporan
sebagai akuntabilitas Publik
Dalam
kerangka managemen berbasis sekolah peranserta masyarakat di bidang pendidikan
tidak hanya terbatas pada dukungan dana saja, tetapi juga di bidang akademik.
Unsure penting dalam managemen berbasis sekolah adalah partisipasi masyarakat,
transparansi dana kuntabilitas publik.Atas dasar itu, laporan kemajuan hasil
belajar murid di buat sebagai pertanggung jawaban lembaga sekolah kepada orang
tua wali murid, komite sekolah, masyarakat, dan instansi terkait lain nya.
Laporan tersebut merupakan sarana komunikasi dan kerjasama antar sekolah, orang
tua, dan masyarakat yang bermanfaat baik bagi kemajuan belaja rmurid
maupun perkembangan sekolah.
Pelaporan
hasil belajar hendaknya : (a). merinci indikator pencapaian hasil belaja rmurid
mengacu pada kriteria ketuntasan minimal yang telah di tentukan dan dikaitkan
dengan penilaian yang bermanfaatbagi pengembanganmurid (b) member informasi
yang jelas, komprehensifdanakuratn, dan (c) menjamin orang tua mendapatkan
informasi secepatnya bila mana anaknya bermasalah dalam belajar (BSNP, 2003)
Bentuk
Laporan
Laporan
kemajuan belajar dapat disajikan dalam data kuantitatif.Data kuantitatif
disajikan dalam angka (skor) misalnya seorang murid mendapatkan nilai 6 pada
mata pelajaran agama.Namun makna nilai tunggal seperti itu kurang dipahami
murid maupun orang tua karena terlalu umum, hal ini membuat orang tua sulit
menindak lanjuti apakah anaknya perlu di bantu dalam bidang mengkaji Al-qur’an,
Hadits fiqih atau hal lain.
Laporan
harus di sajikan dalam bentuk data yang komunikatif.
Isi
laporan
Pada
umumnya orang tua menginginkan jawaban dari pertanyaan sebagai berikut :
1.
Bagaimana keadaan anak waktu belajar
di sekolah secara akademik, emosional dan sosial?
2.
Kemampuan atau kompeten apakah yang
sudah ada?
3.
Sejauh mana anak berpartisifasi?
4.
Apa yang harus di bantu orang tua
untuk membantu mengembangkan potensi anak?
Untuk
menjawab pertanyaan tersebut informasi yang di beriikan kepada orang tua
hendaknya :
1.
Berisi informasi tentang tingkat
pencapaian hasil belajar.
2.
Berkaitan erat dengan hasil belajar
yang harus di capai dalam kurikulum
3.
Memberikan perhatian dalam
perkembangan dan pembelajarn anak
4.
Menggunakan bahasa yang sudah di
pahami .
5.
Rekap nilai
Rekap
nilai merupakan rekap kemajuan belajar murid yang berisi tentang hasil pencapaian
kompetensi murid untuk setiap kompetensi dasar dalam kurun waktu satu semester,
Rekap nilai di perlukan untuk alat kontrol, sehingga di ketahui kapan murid
memerlukan remedial
di perolehdari test formatif, tes sumatif hasil pengamatan
selama proses pembelajaran berlangsung, nilai tugas perorangan maupun kelompok,
rata-rata nilai kompetensi dasar dalam setiap aspek akan menjadi nilai
pencapaian kompetensi untuk aspek yang bersangkutan.Penilaian hasil belajar
yang dilakukan oleh guru, baik penilaian formatif maupun sumatif sangat
bervariasi pelaksanaannya. Ada guru yang melakukan kegiatan penilaian ini
dengan persiapan yang bagus, baik dari segi apa yang harus dinilai, bagaimana
pelaksanaan penilaian itu maupun apa tindak lanjut dari penilaian tersebut. Tetapi
kita tidak tidak dapat menutup mata bahwa ada juga guru yang melakukan
penilaian hanya untuk memenuhi tuntutan profesi dengan tidak memperhatikan
kualitas penilaian. Hal ini akan berdampak pada hasil belajar siswa. Jika hasil
penilaian dimanfaatkan dengan baik oleh guru maka akan memberi dampak positif
bagi proses belajar mengajar dan hasil belajar peserta didik. Begitu juga
sebaliknya, jika hasil penilaian tidak dimanfaatkan oleh guru maka manfaat
penilaian tidak akan optimal. Sudjono (2009:9) menyatakan bahwa evaluasi yang
dilaksanakan secara berkeinambungan, akan membuka peluang bagi evaluator untuk
membuat perkiraan, apakah tujuan yang telah dirumuskan akan dapat dicapai pada
waktu yang telah ditentukan atau tidak. Hal ini berarti dengan evaluasi kita
dapat menentukan langkah-langkah yang tepat agar tujuan yang direncanakan dapat
dicapai semaksimal mungkin
Pelaporan data hasil penilaian
Data hasil penilaian baik formatif ataupun sumatif ada pada
guru mata pelajaran atau mata kuliah yang bersangkutan. Data tersebut tidak
hanya untuk kepentingan guru semata, tetapi juga harus dimanfaatkan oleh semua
pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah atau lembaga
pendidikan tersebut. Oleh karena itu, data hasil penilaian yang ada pada guru
harus dilaporkan agar dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan.
Melalui hasil penilaian kita dapat mengetahui kemampuan dan perkembangan siswa,
selain itu juga dapat memberi gambaran tingkat keberhasilan pendidikan pada
sekolah yang bersangkutan. Berpacuan pada hasil penilaian tersebut maka kita
dapat menentukan langkah atau upaya yang harus dilakukan dalam meningkatkan
kualitas proses dan hasil belajar.
Menurut sudjana (2011:153) laporan data hasil penilaian bukan hanya mengenai
prestasi atau hasil belajar, melainkan juga mengenai kemajuan dan perkembangan
belajar siswa di sekolah seperti motivasi belajar, disiplin kesulitan belajar,
atau sikap siswa terhadap mata pelajaran. Oleh sebab itu, guru perlu mencatat
perkembangan dan kemajuan belajar siswa secara teratur dan berkelanjutan.
Hasil belajar yang dicapai siswa hendaknya dilaporkan secara menyeluruh, baik
sebagai data mentah berupa skor-skor yang diperoleh siswa maupun sebagai data
masak yang telah diolah dalam bentuk nilai-nilai siswa sesuai dengan ketentuan
yang berlaku disekolah, misalnya nilai dalam standar huruf atau angka. Lebih
lanjut dilakukan interprestasi terhadap nilai yang diperoleh siswa, misalnya
kedudukan siswa dibandingkan dengan kelompoknya atau posisi siswa dibandingkan
dengan kriteria yang telah ditentukan. Dengan demikian dapat diketahui
keberhasilan siswa, baik dilihat dari kelompoknya maupun dari tujuan yang harus
dicapainya. Interpretasi ini berkaitan dengan perbandingan bersifat mutlak atau
relatif dan penilaian acuan norma atau patokan. Sedangkan data perkembangan
belajar siswa dilaporkan dalam bentuk catatan khusus sebagai pelengkap data
hasil belajarnya. Catatan khusus ini berkenaan dengan aspek perilaku siswa
seperti kehadiran, disiplin, motivasi, dan kesulitan belajar. Data hasil
penilaian sebaiknya dilaporkan kepada semua staf sekolah agar semua dapat
mengetahui bagaimana kegiatan proses belajar mengajar di sekolah tersebut.
1.
Laporan kepada kepala sekolah
Kepada
kepala sekolah dilaporkan prestasi atau hasil belajar para siswa sesuai dengan
bidang studi yang dijalaninya, termasuk perkembangan belajar siswa selama
mengikuti pendidikan di sekolah. Hasil belajar siswa disampaikan dalam bentuk
yang ringkas, tetapi jelas sehingga dapat dipahami kepala sekolah. Melalui
laporan tersebut kepala sekolah dapat mengetahui tingkat keberhasilan siswa
dalam bidang studi tertentu.
2.
Laporan kepada wali kelas
Laporan
hasil penilaian kepada wali kelas berupa nilai masak untuk digunakan dalam
pengisian nilai raport. Oleh sebab itu, laporan harus lengkap untuk setiap siswa.
Nilai hasil belajar yang dilaporkan sudah mempertimbangkan hasil terformatif
dan sumatif, termasuk catatan khusus yang dibuat oleh guru mengenai kemajuan
belajar siswa selama menempuh pengalaman belajarnya.
3.
Laporan kepada guru pembimbing
Guru
pembimbing memerlukan laporan khusus dari setiap guru mata pelajaran mengenai
siswa yang ia bimbing, yang mencakup kesulitan belajar, disiplin dan motivasi,
penyesuaian diri, kasus kenakalan, kehidupan pribadi baik nama siswa, latar
belakang keluarga, identitas, dan prestasi belajarnya.
Laporan penilaian hasil belajar dari guru bidang studi
kepada staf sekolah lainnya merupakan salah satu alat dalam memecahkan
persoalan belajar para siswa dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di
sekolah. Semakin sering tukar informasi maka semakin baik pula hasil yang
dicapai dalam perbaikan kegiatan belajar mengajar di sebuah sekolah atau
lembaga pendidikan[3].
Oleh karena itu maka pelaporan hasil penilaian mutlak diperlukan oleh setiap
lembaga pendidikan yang ingin memajukan taraf pengetahuan sumber daya manusia.
1.
Pemanfaatan
data hasil penilaian
Guru yang baik adalah guru yang dapat memanfaatkan hasil penilaiannya
untuk meningkatkan kualitas pendidikan pada kelasnya maupun pada lembaga tempat
ia bekerja. Pernyataan tersebut senada dengan pentingnya hasil penilaian bagi
sekolah. Hasil penilaian harus dimanfaatkan untuk semua pihak yang
berkepentingan.
1.
Manfaat data penilaian hasil belajar
formatif
Tes
formatif dilaksanaan pada saat berlangsungnya proses belajar mengajar,
khususnya pada akhir pengajaran. Hasil tes ini menggambarkan penguasaan tujuan
instruksional para siswa dan anggota petunjuk kepada guru tentang keberhasilan
dirinya dalam mengajar. Oleh sebab itu, data ini sangat bermanfaat bagi guru
dalam upaya memperbaiki tindakan mengajar selanjutnya. Data hasil penilaian
formatif menurut sudjana (2011:157-158) dapat dimanfaatkan guru untuk berbagi kepentingan,
yaitu sebagai berikut :
Memperbaiki
program pengajaran atau satuan pelajaran di masa mendatang, terutama dalam
merumuskan tujuan instruksional, organisasi bahan, kegiatan belajar-mengajar,
dan pertanyaan penilaian;
Meninjau
kembali dan memperbaiki tindakan mengajarnya dalam memilih dan menggunakan
metode mengajar, mengembangkan kegiatan belajar siswa, bimbingan belajar, tugas
dan latihan para siswa, dan lain-lain;
Mengulang
kembali bahan pengajaran yang belum dikuasai para siswa sebelum melanjutkan
dengan bahan baru, atau member penugasan kepada siswa untuk memperdalam bahan
yang belum dikuasainya; dan
Melakukan
diagnosis kesulitan belajar para siswa sehingga dapat ditemukan factor penyebab
kegagalan siswa dalam menguasai tujuan instruksional. Hasil diagnosis ini dapat
dijadikan bahan dalam memberikan bantuan dan bimbingan belajar pada siswa.
Manfaat
data penilaian hasil belajar sumatif
Tes
sumatif dilaksanakan pada akhir suatu satuan program, misalnya pada akhir
caturwulan, akhir semester, dan sejenisnya yang bertujuan untuk mengukur
tingkat penguasaan hasil belajar siswa. Seperti halnya data hasil penilaian
formatif, menurut sudjana (2011:158-159) data hasil penilaian sumatif juga
bermanfaat bagi guru untuk keperluan sebagai berikut :
Membuat
laporan kemajuan belajar siswa (dalam hal ini menentukan nilai prestasi belajar
untuk mengisi raport siswa) setelah mempertimbangkan pula nilai dari hasil tes
formatif dan kemajuan-kemajuan belajar lainnya dari setiap siswa;
Menata
kembali seluruh pokok bahasan dan subpokok bahasan setelah melihat hasil tes
sumatif terutama kelompok materi yang belum dikuasainya. Konsep esensi pokok
bahasan yang belum dikuasai siswa dilihat kembali, baik dalam hal tingkat
kesulitannya, ruang lingkup dan susunannya, waktu yang diperlukan, maupun buku
sumber yang relevan untuk dipelajari siswa. Hasil penataan tersebut berupa
program belajar atau GBPP yang telah disempurnakan tanpa mengurangi ketentuan
yang berlaku dalam kurikulum, minimal untuk digunakan pada caturwulan atau semester
yang sama pada tahun berikutnya;
Melakukan
perbaikan dan penyempurnaan alat penilaian tes sumatif yang telah digunakan
berdasarkan hasil-hasil yang telah diperoleh atau dicapai siswa. Soal-soal yang
dijawab salah oleh sebagian besar siswa hendaknya dikaji ulang dari berbagai
segi, yaitu dari tingkat kesulitan soal, konsep esensi yang ditanyakan,
kebenaran jawaban dari pertanyaan, bahasa yang digunakan, relevansi pertanyaan
dengan kemungkinan jawabannya, jumlah soal dan waktu yang disediakan, bentuk soal,
dan lain-lain; dan
Merancang
program belajar bagi siswa pada semester atau caturwulan berikutnya.
1.
Manfaat data hasil penilaian proses
belajar mengajar
Data
hasil penilaian proses belajar mengajar sangat bermanfaat bagi guru, siswa, dan
kepala sekolah. Guru dapat mengetahui kemampuan dirinya sebagai pengajar, baik
kekurangan maupun kelebihannya. Guru juga dapat mengetaui pendapat dan aspirasi
para siswanya dalam berbagai hal yang berkenaan dengan proses belajar mengajar.
Berdasarkan informasi ini guru dapat memperbaiki dan menyempurnakan
kekurangannya dan mempertahankan atau meningkatkan kelebihannya. Dengan
penilaian proses belajar mengajar kepada sekolah dapat memikirkan upaya-upaya
pembinaan para guru dan siswa berdasarkan pendapat, saran, maupun aspirasi dari
berbagai pihak seperti guru, siswa, dan orangtua, yaitu melengkapi sarana
belajar, meningkatkan kemampuan professional tenaga pendidik, pelayanan
sekolah, perpustakaan sekolah, tata tertib sekolah, disiplin kerja, pengawasan,
dan sebagainya.
2. Manfaat data hasil penilaian bagi penelitian pendidikan
Data
hasil penilaian baik penilaian proses maupun penilaian hasil belajar dapat
dimanfaatkan oleh pihak lain yaitu peneliti dari lembaga penelitian ataupun
dari perguruan tinggi sebagai data acuan dalam melakukan penelitian disekolah
yang bersangkutan. Oleh sebab itu, data penilaian harus didokumentasikan oleh
pihak sekolah secara baik dan teratur agar dapat digunakan manakala
diperlakukan.
BAB III
PENUTUP
1.
KESIMPULAN
Hasil
penilaian yang dibuat oleh guru pada bidang studi yang diajarkannya tidak hanya
berguna bagi dirinya dan siswanya, tetapi juga harus dimanfaatkan oleh semua
staf sekolah, seperti kepala sekolah, wali kelas, guru pembimbing, dan juga
kepada rekan-rekan guru bila diperlukan dalam rangka meningkatkan kualitas
pendidikan di sekolah yang bersangkutan.
Laporan
dan pemanfaatan data hasil penilaian mencakup data penilai proses belajar
mengajar dan penilaian hasil belajar siswa. Data ini harus didokumentasikan
dengan baik dan teratur agar sewaktu-waktu dapat digunakan manakala diperlukan
oleh pihak sekolah, orang tua, maupun peneliti.
2.
SARAN
Kami
menyadari dalam pembuatan makalah ini masih banyak kekurangan. Kami tetap
berharap makalah ini tetap memeberikan manfaat bagi pembaca.Namun, saran dan
kritik yang sifatnya membangun dengan tangan terbuka kami terima demi
kesempurnaan makalah dimasayang akan datang.
Comments
Post a Comment