SOAL PRAAKSARA
|
No |
Benda |
Katagori |
Alasan |
|
1 |
Fosil manusia purba |
Peninggalan masa pra aksara |
Karena saat itu
manusia belum sempurna, gigi yang tajam bisa menunjukkan bahwa manusia
bergantung pada alam. |
|
2 |
Prasasti |
Peninggalan Masa
Praaksara/ akhir zaman praaksara. |
Karena manusia
memang belum bisa menulis, tetapi bisa menggambarkan apa yang terjadi masa
itu. |
|
3 |
Alat-alat dari tulang |
Peninggalan masa pra aksara |
Karena manusia
menggunakan itu untuk berburu dan bertahan hidup. |
|
4 |
Naskah kuno |
Masa Kerajaan/ akhir
zaman Praaksara |
Karena manusia pada
zaman itu belum mengenal tulisan atau belum bisa menulis. |
|
No |
Periode |
Cirri-ciri |
|
1 |
Zaman arkaekum |
·
Berlangsung kurang lebih 2.500 juta tahun yang lalu. ·
Belum ada kehidupan. ·
Bumi masih berupa planet bola gas yang sangat panas. |
|
2 |
Zaman palaeozoikum |
·
Mulai ada tanda-tanda kehidupan berupa mikroorganisme,
hewan kecil tanpa bertulang belakang, jenis ikan, dan jenis ganggang atau
rerumputan. ·
Keadaan bumi masih belum stabil. ·
Iklim masih berubah-ubah ·
Curah hujan sangat besar ·
Berlangsung sekitar 340 juta tahun yang lalu. |
|
3 |
Zaman Mesozoikum |
·
Terdapat banyak hewan reptil seperti dinosaurus ·
Iklim bumi mulai hangat ·
Merupakan dasar dari kehidupan modern ·
Berlangsung sekitar 150 juta tahun |
|
4 |
Zaman Noezoikum atau kenozoikum |
·
|
|
Zaman |
Deskripsi Perubahan |
|
|
Batu |
Palaeothikum |
masyarakat menggunakan alat batu
besar dan kasar, hidup dengan berburu hewan liar dan mengumpulkan tanaman
liar, hidup berpindah-pindah mengikuti hewan buruan |
|
Mesolithikum |
masyarakat menggunakan alat batu
kecil dan tajam, mulai peralihan ke bercocok tanam, hidup di suatu tempat
secara musiman |
|
|
Neolithikum |
masyarakat menggunakan alat batu
berpoles dan gerabah, sudah bercocok tanam dan berternak hewan, hidup menetap
di desa-desa dan kota kecil |
|
|
Logam |
masyarakat menggunakan alat batu dari logam perunggu dan besi, mulai terbuntuk tatanan masyarakat yang kompleks dengan
munculnya kerajaan dan negara kota, serta timbul pembagian kerja dalam
masyarakat |
|
|
Masa |
Asfek |
Deskripsi Perkembangan |
|
Masa Berburu & mengumpulkan makan pada tingkat sederhana. |
Ekonomi |
Untuk memenuhi kebutuhan, manusia purba melakukan perburuan binatang
dan menangkap ikan disungai. Ketika persediaan makan sudah habis maka mereka
akan berpindah tempat lain yang masih menyediakan makanan yang lebih banyak.
Kehidupan pada masa itu sangat tergantung dengan alam yang menyediakan bahan
kebutuhan manusia. |
|
|
Social |
Manusia berkumpul dalam satu kelompok kecil, tugas sebagian anggota
kelompok laki-laki melakukan kegiatan perburuan untuk memenuhi kebutuhan
kelompoknya. Setelah sumber makanan habis maka kelompok itu akan berpindah
ketempat lain. |
|
|
Budaya |
Manusia saat itu sudah mampu membuat dan menggunakan alat bantu
sederhana yang terbuat dari batu dan tulang hewan yang dibentuk secara kasar
seperti : kapak perimbas, kapak genggam, dan kapak penetak. |
|
Masa Berburu & mengumpulkan makanan tingkat lanjut |
Ekonomi |
Manusia purba sudah mulai berusaha hidup menetap dengan membuka hutan
untuk ditanami umbi-umbian dan sayuran untuk memenuhi kebutuhannya. Selain
itu mereka beternak hewan unggas dan domba dan tetap sesekali memburu hewan
liar. |
|
|
Social |
Pada masa ini kehidupan kelompok manusia sudah mulai menetap dengan
tinggal di gua-gua yang ada dilereng gunung dan dekat dengan sumber air dan
sungai. |
|
|
Budaya |
Terdapat
lukisan di gua dibeberapa daerah di Indonesia, selain itu terdapat gambar
hewan-hewan yang dilukis di dinding gua. |
|
Masa Bercocok Tanam |
Ekonomi |
Manusia sudah mulai bisa mengolah tanah untuk memenuhi kebutuhannya,
masyarakat saat itu akan mencari lahan subur dengan membuka hutan untuk
ditanami tanaman bahan pokok. selain itu mereka juga memelihara binatang ternak. Tetapi pada saat tertentu mereka tetap
melakukan perburuan hewan liar. Selain itu dalam bidang ekonomi, mereka
melakukan transaksi secara sederhana dengan sistem barter. |
|
|
Social |
Pada waktu itu manusia sudah hidup menetap baik secara permanen atau
sementara. Mereka berkumpul pada suatu perkampungan kecil yang dipimpin oleh
orang yang mereka anggap sudah dewasa dan mempunyai wibawa tinggi. Sudah ada
pembagian tugas yang jelas, misalnya: laki-laki melakukan pekerjaan yang
membutuhkan tenaga besar, seperti menebang pohon, membuat perahu dan
mencangkul. Sedangkan yang perempuan mempunyai tugas untuk menebarkan benih
dan menyiapkan makanan. |
|
|
Budaya |
Hasil budaya saat itu berupa alat-alat seperti : Kapak persegi, kapak
lonjong, gerabah dan perhiasan. Mereka juga melakukan kegiatan keagamaan dan
kepercayaan kepada roh leluhur. Untuk kegiatan itu mereka mendirikan beberapa
bangunan besar terbuat dari batu seperti dolmen dan menhir. |
|
Masa Perundagian |
Ekonomi |
Masyarakat
waktu itu sudah mampu memenuhi kebutuhannya tanpa tergantung pada alam,
Bahkan mereka mampu mengolah alam tersebut untuk meningkatkan mutu hidup dan
kesejahteraan mereka bersama. Kegiatan pertanian sudah diatur dengan baik
dengan sistem pengairan yang baik dan pembagian tugas antar petani. Manusia
saat itu juga peternak berbagai hewan termasuk hewan kuda dan unggas. Perdagangan
sudah mulai dikenal, bahkan dilakukan antar pulau dengan perahu. sehingga ada tukar
komoditi yang saling melengkapi di antara mereka. |
|
|
Social |
Manusia saat itu tinggal pada pemukiman yang sudah besar dengan
berbagai pekerjaan dan keahlian yang berbeda-beda. Mereka dipimpin seorang
kepala kampung atau kepala suku. Masyarakat sudah teratur dengan atura-aturan yang mereka buat untuk menjaga keteraturan
tersebut. Yang menonjol adalah munculnya sekelompok manusia yang mempunyai
keterampilan khusus dalam undagi atau pertukangan, mereka mampu membuat
alat-alat dari logam yang digunakan untuk kehidupan sehari-hari. |
|
|
Budaya |
Hasil budaya sudah beranekaragam dan lebih maju, terutama peralatan
dari logam menjadi ciri utama jaman ini. Contoh alat itu adalah Kapak
perunggu, perhiasan perunggu, dan kapak corong. Selain itu kesenia lain
seperti seni lukis dan seni arsitektur juga berkembang dengan baik. |
Kesamaan
nilai-nilai dan tradisi masyarakat sekitar dengan masyarakat praaksara.
1. Gotong Royong
Masyarakat di sekitar lingkungan tempat
tinggal banyak yang melakukan gotong royong terutama untuk membersihkan desa
dan menolong sesama. Hal ini sama yang dilakukan masyarakat praaksara yang
saling bekerja sama dalam membangun bangunan yang dari batu besar pada masa
megalitikum, selain itu mereka juga berkelompok dalam memburu hewan untuk
memenuhi kebutuhan bersama.
2. Musyawarah
Pada saat ini disekitar pemukiman
penduduk masih melakukan musyawarah dalam memutuskan kepentingan bersama, hal
ini juga dilakukan dalam pemerintahan negara terdapat Majelis Pemusyawaratan
Rakyat, bahkan perusahaanpun akan melakukan rapat dalam menentukan strategi
perusahaan untuk mendapatkan keuntungan yang besar. Hal ini sama yang dilakukan
oleh masyarakat jaman dulu, dimana mereka akan bermusyawarah untuk memecahkan
masalah mereka dengan dipimpin oleh seorang yang mereka anggap sebagai sesepuh.
3. Tradisi Bercocok tanam
Di sekitar daerah kami masih banyak
masyarakat yag bekerja sebagai petani yang menanam berbagai tanaman di sawah
dan di ladang. Ternyata tradisi ini turun-menurun dilakukan oleh masyarakat,
bahkan sudah dilakukan oleh masyarakat praaksara yang melakukan kegiatan
bercocok tanam meskipun mereka melakukannya secara berpindah-pindah dan masih
menggunakan alat yang sangat sederhana.
4. Tradisi bahari atau pelayaran
Di wilayah kami masih banyak yang
menjadi nelayan karena memang dekat dengan pantai. Mereka biasanya berangkat
pada malam hari kemudian datang pada pagi hari, selain itu juga terdapat kapal
angkut yang membawa penumpang dan barang-banang untuk dikirimkan ke pulau lain
di Indonesia. Hal ini sama dilakukan oleh manusia praaksara yang melakukan
pelayaran meskipun dengan menggunakan perahu kecil untuk menyeberangi sungai
dan laut.
Comments
Post a Comment